Ratusan Pesilat di Situbondo Kembali Serang Rumah Warga, Aparat TNI-Polri Disiagakan

Riski Amirul Ahmad ยท Selasa, 11 Agustus 2020 - 10:35 WIB
Ratusan Pesilat di Situbondo Kembali Serang Rumah Warga, Aparat TNI-Polri Disiagakan
Sejumlah aparat TNI-Polri berjaga di Desa Kayu Putih, Kecamatan Panji, Situbondo untuk menghidari adanya serangan susulan dari sekelompok pesilat. (Foto: iNews/Riski Amirul Ahmad)

SITUBONDO, iNews.id – Ratusan oknum pesilat dari salah satu perguruan kembali menyerang rumah-rumah warga di Desa Kayu Putih, Kecamatan Panji, Situbondo, Jawa Timur (Jatim) Senin (10/8/2020) dini hari. Kini, sejumlah personel TNI-Polri berjaga di desa tersebut lantaran warga masih trauma dan takut ada serangan susulan.

Serangan para pesilat saat warga tengah istirahat tersebut mengakibatkan puluhan rumah rusak. Selain itu, beberapa warga juga lebih memilih mengungsi ke tempat lain yang lebih aman.

Salah satu warga, Widiyanti mengatakan, saat penyerangan, dirinya tengah berada di dalam rumah. Karena ketakutan, dia keluar melalui jendela dan berlari menuju persawahan.

“Saya takut ada serangan susulan. Semoga para pelaku segera dibasmi dan ditangkap. Takutnya nanti ada serangan di bulan-bulan depan,” katanya

Hal serupa juga dikatakan warga lain, Marsuki. Menurutnya, akibat serangan ini, warga menjadi resah karena juga beredar kabar akan ada serangan susulan.

“Kami minta perlindungan dari aparat supaya merasa aman,” katanya.

Dia mengatakan, saat penyerangan, dirinya tengah tertidur tiba-tiba terdengar suara gaduh. Massa dari pesilat melempari rumah-rumah dengan batu.

“Saya lari ke belakang karena takut,” katanya.

Untuk menghindari adanya serangan susulan, kini aparat dari TNI-Polri berjaga 24 jam di desa tersebut. Penjagaan ketat ini akan berlangsung hingga beberapa hari ke depan sampai kondisi sudah dirasa aman.

Sebelumnya, bentrokan antara warga dan sekelompok oknum pesilat terjadi pada Minggu (9/8/2020). Hal ini dipicu para pesilat mengambil bendera merah putih yang dipasang warga di depan rumah tanpa izin.

Pemilik lantas menegur para pesilat tersebut. Tak terima ditegur, pesilat lantas mengamuk dan terjadi bentrokan. Tiga warga luka-luka dan dilarikan ke puskesmas setempat.

Pada Senin dini hari, massa pesilat dengan jumlah yang lebih besar melakukan serangan susulan dengan merusak rumah warga. Mereka melempari rumah-rumah dengan batu.


Editor : Umaya Khusniah