Putra TKI yang Dihukum Pancung di Saudi Kirim Surat untuk Presiden

Taufik Syahrawi ยท Selasa, 20 Maret 2018 - 17:58 WIB
Putra TKI yang Dihukum Pancung di Saudi Kirim Surat untuk Presiden
Mustofa Kurniawan, anak kedua Zaini Misrin menunjukkan surat yang dia tulis kepada Presiden Jokowi. (Foto: iNews/Taufik Syahrawi)

BANGKALAN, iNews.id – Putra Zaini Misrin, Tenaga Kerja Indonesia (TKI) asal Bangkalan, Madura, Jawa Timur (Jatim), yang dihukum pancung di Arab Saudi, mengirimkan surat terbuka untuk Presiden Joko Widodo (Jokowi). Mustofa Kurniawan (19) berterima kasih kepada Presiden Jokowi dan Pemerintah Indonesia yang selama ini berusaha menyelamatkan ayahnya dari hukuman pancung. Keluarga berharap agar kejadian serupa tidak terulang lagi kepada TKI lain.

Mustofa Kurniawan, anak kedua dari Zaini Misrin, menulis sendiri suratnya mewakili pihak keluarga kepada Presiden Jokowi. Menurut Mustofa, sejak vonis hukuman mati dijatuhkan tahun 2008 lalu kepada ayahnya, Pemerintah Indonesia juga sudah tiga kali memfasilitasi keluarga untuk berangkat ke Arab Saudi. Selain untuk menemui ayah mereka Zaini Misrin di penjara, mereka juga dipertemukan dengan keluarga majikan almarhum untuk memohon ampun. Dengan demikian hukuman Zaini bisa diperingan dan terhindar dari hukuman pancung.

Meskipun akhirnya segala upaya tersebut gagal, keluarga menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah RI. Ke depan, keluarga berharap agar kejadian yang dialami Zaini Misrin tidak terulang lagi pada TKI lain yang kini masih menjadi buruh migran di negara lain.

“Kami berterima kasih kepada Presiden Jokowi dan Pemerintah RI yang telah berjuang menangani masalah hukuman abah saya selama di Arab Saudi. Saya berharap tidak terulang kembali kejadian seperti abah saya pada TKI-TKI lain,” ungkap Mustofa Kurniawan, Selasa (20/3/2018).


Dalam suratnya, Mustofa juga mengatakan, seumur hidupnya, dia baru empat kali bertemu dengan ayahnya Zaini Misrin. Pertama kali saat dia berusia tiga tahun. Sementara tiga pertemuan lain di Arab Saudi, difasilitasi oleh Pemerintah RI. Itu artinya, Mustofa hanya sekali bertemu ayahnya sebelum dipenjara dan akhirnya dihukum gantung. “Pertemuan kami hanya berlangsung beberapa jam dan dengan pengawalan polisi Arab Saudi,” kata Mustofa.

Setelah ayahnya dihukum pancung, Mustofa mengaku sangat khawatir pada kondisi ibunya yang juga bekerja sebagai TKI di Arab Saudi. Namun, keluarga juga tidak punya pilihan lain karena selama ini ayah dan ibunya bekerja sebagai TKI untuk menghidupi keluarga. Kini, sang ibu menjadi satu-satunya yang mencari nafkah untuk keluarga.

“Inilah takdir saya. Jauh dari orang tua semenjak kecil menjadi hari-hari saya. Abah dan ummi saya sama-sama TKI di Arab Saudi mencari uang untuk menghidupi saya dan kakak saya. Semoga Tuhan memberikan kami petunjuk dan kekuatan menjalani semua,” paparnya.

Sementara itu, hingga Selasa siang, masih banyak tetangga yang berdatangan untuk takziah di rumah duka keluarga Zaini Misrin. Mereka turut menyampaikan rasa duka cita kepada keluarga yang ditinggalkan.


Editor : Maria Christina