PSBB Resmi Berakhir, Surabaya Raya Bersiap Menuju New Normal

Ihya Ulumuddin ยท Senin, 08 Juni 2020 - 21:45 WIB
PSBB Resmi Berakhir, Surabaya Raya Bersiap Menuju New Normal
Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini, Plt Bupati Sidoarjo Ahmad Nur Syaifudin dan Bupati Gresik Sambari Halim

SURABAYA, iNews.id – Tiga kepala daerah di Surabaya Raya sepakat mengakhiri Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Meski begitu, ketiga daerah di Surabaya Raya ini tetap akan menerapkan protokol kesehatan secara ketat selama 14 hari, sebagai transisi menuju new normal.

Kesepakatan ini diambil oleh seluruh kepala daerah di Surabaya Raya, antara lain Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini; Bupati Sidoarjo Ahmad Nur Syaifudin; dan Bupati Gresik Sambari Halim Radianto.

Risma misalnya mengaku sudah menyusun draf peraturan wali kota (perwali) terkait penerapan protokol kesehatan pada masa transisi PSBB ini. Protokol ini akan diterapkan di semua sektor, pasar tradisional, pusat perbelanjaan, industri, warung kopi hingga toko kelontong.

"Kami akan atur (protokol kesehatan) hingga ke tempat terkecil. Karena kami yakin itu cara yang efektif untuk menekan penyebaran Covid-19,” kata Risma, dalam rapat koordinasi dengan Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa di Gedung Negara Grahadi, Senin (8/6/2020).

Risma menjelaskan, pihaknya sepakat tidak memperpanjang PSBB lantaran desakan ekonomi. Pihaknya khawatir jika PSBB diteruskan, ekonomi masyarakat kian melemah. Di masyarakat, kata dia, juga banyak yang mengeluh atas kebijakan PSBB.

“Kami harap kita tetap bisa melaksanakan aktivitas ekonomi. Tapi protokol kesehatan akan diterapkan secara ketat. Nanti akan kami libatkan TNI dan juga Polri,” ujarnya.

Pendapat sama juga disampaikan Bupati Gresik, Sambari Halim Radianto. Bahkan, kata dia kasus Covid-19 di Gresik mayoritas dari wilayah lain. Kasus yang murni dari Gresik, kata Sambari, hanya 42 kasus. Maka, untuk mencegah penularan Covid-19, pihaknya telah menyiapkan sejumlah langkah protokol kesehatan.

“Selama new normal, masyarakat masih wajib memakai masker, pemeriksaan suhu, cuci tangan menggunakan air mengalir atau hand sanitizer, menggunakan disinfektan,” katanya.

Untuk memperkuat penerapan new normal, kata Sambari, pihaknya akan berkoordinasi dengan TNI dan Polri untuk melakukan pengawasan. Tujuannya agar warga taat menerapkan protokol kesehatan, terutama di pusat keramaian seperti mal dan pasar.

Sementara itu, Plt Bupati Sidoarjo Ahmad Nur Syaifuddin mengatakan, meski tidak memperpanjang PSBB, pihaknya akan tetap melakukan penguatan dalam pencegahan Covid-19. Penguatan tersebut akan dilakukan di tingkat desa.

“Desa-desa nantinya diharapkan bisa membentuk kampung tangguh. Saya kira ini yang cukup efektif menekan Covid-19,” katanya.

Penguatan protokol kesehatan, kata Nur Syaifusin juga akan dilakukan di mal dan perusahaan. Salah satunya dengan pembatasan kapasitas manusia di dalamnya. Pihaknya juga ingin check point di perbatasan untuk dikurangi atau bahkan dihilangkan.

“New normal kami pilih karena memperhitungkan kondisi warga saat ini. Jika new normal diterapkan, maka warga bisa berangsur beraktivitas normal kembali,” katanya.

Diketahui, penerapan PSBB di Surabaya Raya tahap pertama mulai diberlakukan pada Selasa (28/4/2020) hingga Senin (11/5/2020). Namun, karena kasus Covid-19 masih tinggi, PSBB dilanjutkan tahap kedua hingga 25 Mei 2020. PSBB juga dilanjutkan hingga tahap tiga 8 Juni 2020.


Editor : Ihya Ulumuddin