Prostitusi Berkedok Panti Pijat Dibongkar Polres Kediri, 1 Orang Jadi Tersangka

Antara ยท Jumat, 02 Agustus 2019 - 16:56 WIB
Prostitusi Berkedok Panti Pijat Dibongkar Polres Kediri, 1 Orang Jadi Tersangka
Kapolres Kediri AKBP Roni Faisal (kiri) menginterogasi tersangka mucikari prostitusi anak berinisial LP berkedok panti pijat, Jumat (2/8/2019). (ANTARA FOTO/Prasetia Fauzani)

KEDIRI, iNews.id – Praktik asusila berkedok panti pijat di Jalan Raya Desa Gampeng, Kecamatan Gampengrejo, dibongkar Polres Kediri, Jawa Timur. Dalam pengungkapannya, pemilik panti pijat diamankan serta sejumlah terapis dibawa untuk diminta keterangan.

Identitas pemilik panti pijat yakni berinisial LI (32), warga Perum Wilis Indah, Kecamatan Mojoroto, Kota Kediri. Sementara terapis yang ikut dibawa sebagai saksi yakni SB (17) warga Desa Tulungrejo, Kecamatan Pare, RF (16) warga Desa Wonorejo, Kecamatan Puncu, ME (18) warga Desa Gogorante, Kecamatan Ngasem, RA (20) warga Desa Gedangsewu, Kecamatan Pare, Kabupaten Kediri.

Hasil pemeriksaan, para terapis diberikan bayaran yang cukup tinggi antara Rp200.000 hingga Rp500.000 untuk sekali melayani pelanggan. Polisi juga telah menjadikan pemilik panti pijat sebagai tersangka karena melibatkan anak di bawah umur.

"Tersangka ini menjaring pegawai melalui jejaring sosial Facebook. Para pekerja terapisnya masih berusia muda, mulai dari 17 tahun hingga 20 tahun. Bahkan ada yang usianya 16 tahun," ujar Kapolres Kediri AKBP Roni Faisal Saiful Faton, Jumat (2/8/2019).

Menurutnya, kasus ini terungkap dari informasi masyarakat tentang adanya praktik prostitusi yang melibatkan anak perempuan di bawah umur. Mereka dipekerjakan sebagai terapis di panti pijat. Hasil penyelidikan, ternyata benar ada praktik prostitusi terselubung tersebut.

Tersangka dalam kasus ini dipersangkakan dengan Pasal 88 Jo Pasal 761 UU RI Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perubahan UU Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak atau Pasal 296 KUHP atau Pasal 506 KUHP.

Selain mengamankan pemilik panti pijat, petugas juga menyita sejumlah barang bukti dari panti pijat seperti sprei, mangkok krim pijat, catatan keuangan, sertifikat terapis, ponsel, uang tunai Rp984.000 dan beberapa barang lainnya.

Polisi juga telah menutup operasional lokasi panti pijat tersebut karena digunakan sebagai tempat yang tidak sesuai dengan peruntukannya. Hingga kini, pemilik panti pijat juga masih ditahan polisi dan harus mempertanggungjawabkan perbuatannya.


Editor : Donald Karouw