Proses Belajar Pesantren di Jatim Tunggu Persetujuan Tim Covid-19 Daerah

Ihya Ulumuddin · Senin, 22 Juni 2020 - 14:09 WIB
Proses Belajar Pesantren di Jatim Tunggu Persetujuan Tim Covid-19 Daerah
Ratusan santri disemprot disinfektan untuk menghindari penularan Covid-19. (Foto: istimewa)

SURABAYA, iNews.id – Proses belajar di Pondok Pesantren (Ponpes) di Jawa Timur (Jatim) menunggu persetujuan Tim Gugus Tugas Covid-19 kabupaten/kota. Persetujuan ini diperlukan untuk memastikan pondok pesantren aman dari ancaman Covid-19.

Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa mengatakan, koordinasi teknis tengah dilakukan pondok pesantren dan pemerintah daerah masing-masing. Koordinasi ini menyangkut kesiapan petugas Covid-19 di pesantren, pos kesehatan pesantren (Poskestren), alat pelindung diri hingga proteksi santri dari Covid-19.

“Saya sudah melihat beberapa pesantren. Mereka sangat berhati-hati dan menunggu lampu hijau pemerintah. Karena itu, kami bersurat ke bupati/wali kota untuk berkoordinasi teknis dengan mereka,” kata Khofifah saat dialog di iNews TV, Senin (22/6/2020).

Atas kehati-hatian ini sejumlah pesantren membatasi santri baru yang masuk di pertengahan bulan Syawal ini. Mereka tetap memegang tradisi memulai belajar di pertengahan Syawal. Namun, jumlahnya dibatasi demi kehati-hatian.

“Jadi memang ada pesantren yang mendapatkan wasiat dari pendahulu, bahwa memulai belajar itu di pertengahan Syawal. Dan ini dilakukan dengan sangat arif dan hati-hati,” ujarnya.

Khofifah mengatakan, kehati-hatian ini perlu untuk mencegah penularan baru Covid-19 di pesantren. Pasalnya, santri di pesantren berasal dari berbagai daerah. “Bisa saja lingkungan sekitar pondok zona kuning atau bahkan hijau. Tetapi, santrinya kan dari mana-mana. Apalagi, interaksi sosial mereka sangat erat,” ujarnya.

Karena itu dia berharap semua pihak untuk tetap waspada dan berhati-hati. Selain kesiapan Tim Covid-19 di internal pesantren, santri yang hendak masuk juga harus dipastikan sehat dan diupdate oleh pengasuh  pesantren.

“Selain itu, mereka juga harus melihat peta terakhir Covid-19,” katanya.

Sementara itu, untuk membantu kesiapan pesantren memulai proses belajar, Pemprov Jatim telah mengirimkan bantuan alat penegakan protokol kesehatan untuk 168 pesantren di Jatim.

Bantuan tersebut berupa masker kain, sprayer elektrik (alat penyemprot disinfektan), baju hazmat (alat pelindung diri), thermal gun (alat pengukur suhu badan), hand sanitizer, lysol, kacamata goggle, face shield, sepatu boot, tempat cuci tangan dan sarung tangan lateks.

Selain itu, semua ponpes juga diberi vitamin C, paket sembako dan dompet kesehatan Covid-19.


Editor : Ihya Ulumuddin