Pria Tewas saat Ingin Perkosa Istri Teman di Probolinggo, Polisi Dalami Indikasi Perselingkuhan

Hana Purwadi ยท Minggu, 24 November 2019 - 13:30 WIB
Pria Tewas saat Ingin Perkosa Istri Teman di Probolinggo, Polisi Dalami Indikasi Perselingkuhan
Polisi memasang garis pembatas polisi (police line) di TKP pembunuhan. (Foto: iNews/Hana Purwadi).

PROBOLINGGO, iNews.id - Seorang pemuda di Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur (Jatim), yang tewas akibat tertangkap tangan ini menyetubuhi istri temannya, punya hubungan baik dengan pelaku. Namun kasus ini masih didalami polisi terkait dugaan perselingkuhan antara korban dan istri pelaku.

"Korban dan pelaku ini teman. Indikasi kasus perselingkuhan masih didalami," ujar Kasat Reskrim Polres Probolinggo, AKP Rizky Santoso, kepada wartawan di Kabupaten Probolinggo, Jatim, Minggu (24/11/2019).

Korban, Slamet Widodo (25), warga Gunung Tugel Bantaran, tewas di rumah pasangan suami istri Nanang - Julia, Desa Pondok Wuluh, Kecamatan Leces. Jasad pemuda tersebut penuh luka bacokan senjata tajam, dalam kondisi nyaris telanjang bulat.

BACA JUGA: Hendak Perkosa Istri Teman untuk ke 3 Kali, Pria di Probolinggo Tewas Disabet Celurit

Aksi korban sudah tiga kali dilakukan. Namun peristiwa pemerkosaan yang pertama tidak diketahui oleh pelaku, karena sang istri enggan untuk bercerita.

"Nah, yang kedua dia cerita. Saat mau disetubuhi yang ketiga kali ini, pelaku memergoki korban," ujar dia.

Kronologinya berawal saat pelaku sudah mengantisipasi kedatangan korban. Begitu dia melihat ada motor korban parkir di depan rumah, Nanang langsung masuk dalam mengambil senjata tajam jenis celurit. Dia mendapati korban sudah berada di kamar.

Slamet yang sudah berada di atas ranjang langsung dihujani sabetan celurit. Korban sempat akan melarikan diri, namun pelaku berkali-kali mengayunkan senjata tajam tersebut hingga korban tersungkur dan tewas.

BACA JUGA: Remaja 17 Tahun di Muna Sultra Tikam Teman setelah Pesta Miras, Diduga Karena Dendam Lama

Tetangga pelaku, Endang mengatakan, pasangan suami istri tersebut sudah sekitar 3-4 tahun tinggal di lingkungan Desa Pondok Wuluh. Keseharian mereka terlihat normal-normal saja dan tampak akur. Keduanya berjualan di toko kelontong dekat pasar.

"Saya kaget ada peristiwa ini. Karena selama ini orangnya baik-baik saja. Memang di depan sini (rumah pelaku) sering jadi tempat nongkrong anak-anak muda," katanya.

Polisi kini sudah mengevakuasi mayat korban dan melakukan olah TKP. Jenazah korban dilarikan ke Rumah Sakit Dr Mohamad Saleh Probolinggo untuk proses visum dan penyelidikan lebih lanjut.


Editor : Andi Mohammad Ikhbal