Polisi Tes Kejiwaan Ketua Ikatan Gay Tulungagung yang Cabuli 11 Anak Laki-Laki

Ihya' Ulumuddin ยท Selasa, 21 Januari 2020 - 16:01 WIB
Polisi Tes Kejiwaan Ketua Ikatan Gay Tulungagung yang Cabuli 11 Anak Laki-Laki
MH yang juga Ketua Ikatan Gay Tulungagung ditangkap polisi karena mencabuli 11 anak di bawah umur. (Foto: iNews/Hari Tambayong)

SURABAYA, iNews.id – Penyidik Polda Jawa Timur (Jatim) terus mendalami motif perbuatan cabul M Hasan alias Mami Hasan terhadap 11 laki-laki di bawah umur. Selain menelisik latar belakang pelaku, polisi juga tengah memeriksa kejiwaan Ketua Ikatan Gay Tulungagung (Igata) itu.

Upaya ini dilakukan penyidik untuk mendapat gambaran utuh atas kasus asusila tersebut. Salah satunya alasan pelaku melakukan perbuatan biadabnya.

“Penyidik ingin mengetahui kondisi psikologi pelaku. Karena itu, kami lakukan tes kejiwaan,” kata Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Trunoyudo Wisnu Andiko, Selasa (21/1/2020).

Menurut Andiko, selain menjadi dasar penindakan, tes kejiwaan juga untuk mengetahui kecenderungan yang diidap pelaku. “Tersangka kami lihat dari aspek latar belakang. Kami dalami kenapa, sehingga dia bisa melakukan itu. Nanti kami dalami melalui psikologi dan ahli. Nanti dari disiplin ilmunya bisa kami himpun,” ujarnya.

 

BACA JUGA:

Cabuli 11 Anak dengan Iming-Iming Uang, Ketua Ikatan Gay Tulungagung Ditangkap

Ketua Gay Tulungagung Ditangkap, Gubernur Khofifah: Pelaku Harus Dihukum Berat

 

Sementara itu, hingga saat ini polisi belum mendapat data tambahan atas kasus asila tersebut, termasuk jumlah korban. Polisi berharap kepada keluarga atau siapapun yang pernah menjadi korban untuk segera melapor.

Diketahui, Ketua Ikatan Gay Tulungagung (Igata) Jawa Timur (Jatim), M Hasan ditangkap karena mencabuli 11 orang anak di bawah umur. Tersangka mengiming-imingi korban dengan sejumlah uang agar mau diajak berhubungan intim.

MH alias Mami Hasan ditangkap Anggota Subdit 4 Renakta Polda Jatim. Tak hanya pelaku, polisi juga menyita sejumlah barang bukti di antaranya pakaian korban, sejumlah alat kontrasepsi, serta foto-foto dan film asusila sesama jenis.

Kejahatan M Hasan yang juga berprofesi sebagai pengelola warung kopi ini dilakukan di Kelurahan Sembung, Kecamatan Tulungagung, Kabupaten Tulungagung. Dia mengiming-imingi korban dengan uang sejumlah Rp150.000 hingga Rp250.000.


Editor : Maria Christina