Polda Jatim Tangkap Komplotan Pencuri dan Pemalsu Nomor Rangka Motor

Ihya Ulumuddin ยท Jumat, 04 September 2020 - 18:47:00 WIB
Polda Jatim Tangkap Komplotan Pencuri dan Pemalsu Nomor Rangka Motor
Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Trunoyudo Wisnu Andiko menunjukkan barang bukti alat yang digunakan memalsu nomor rangka, Jumat (4/9/2020). (Foto: Istimewa))

SURABAYA, iNews.id - Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Jawa Timur (Jatim) membekuk komplotan spesialis pencurian disertai pemberatan (curat). Tiga tersangka diamankan dalam komplotan ini, yakni Shafa Kurnia Haris, warga Krajan, Pasuruan; Yono dan Chotib, warga Ngawen dan Krajan Pasuruan.

Ketiga komplota ini berbagi tugas dalam beraksi. Syafa bertugas sebagai eksekutor (pencuri) bersama dengan Hafid (buron). Motor hasil curian lantas dijual kepada Yono. Sedangkan tersangka Yono membeli dan memalsukan nomor rangka dan mesin dengan dibantu tersangka Chotib.

Pemalsuan nomor rangka dan mesin tersebut dilakukan untuk memudahkan proses penjualan kendaraan hasil curian. Hasil penyelidikan polisi, para pelaku kerap beraksi di wilayah Mojokerto. Selanjutnya, motor hasil curian dipasarkan di beberapa daerah di Jatim.

“Modusnya, dia membeli surat kendaraan yang sudah mati atau hancur, seperti bekas kecelakaan. Lalu, motor hasil curian itu disesuaikan dengan nomor surat yang asli,” kata Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Trunoyudo Wisnu Andiko, Jumat (4/9/2020).

Tak hanya mengubah motor hasil curian, Yono juga kerap mendapatkan pesanan untuk mengubah nomor motor maupun mobil dari orang lain. Untuk jasa ini, Yono mendapatkan imbalan Rp1 juta per kendaraan.

“Di luar itu, keuntungan pelaku juga cukup besar. Sebab, dia bisa menjual motor hasil curian dengan harga pasaran, meskipun nomornya palsu,” katanya.

Karena itu, dia mengimbau kepada para pembeli motor bekas untuk berhati-hati. Sebab, bisa jadi motor tersebut merupakan motor curian, yang nomornya dipalsukan sesuai Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) maupun Buku Pemilik Kendaraan Bermotor (BPKB).

Sementara itu, atas tindakan tersebut, ketiga tersangka masing-masing dijerat Pasal 363 KUHP dan 263 KUHP juncto 266 KUHP juncto 460 KUHP.


Editor : Ihya Ulumuddin