Polda Jatim Tangkap 3 Tersangka Kasus Dugaan Carding

Ihya Ulumuddin, Rahmat Ilyasan ยท Kamis, 27 Februari 2020 - 22:05 WIB
Polda Jatim Tangkap 3 Tersangka Kasus Dugaan Carding
Polda Jatim menangkap tiga tersangka kasus pembobolan kartu kredit (carding). (Foto: istimewa)

SURABAYA, iNews.idPolda Jatim menangkap tiga tersangka kasus dugaan carding atau pembobolan kartu kredit berkedok travel perjalanan dengan nama “tiketkekinian”, Kamis (27/2/2020). Tiga tersangka dalam kasus ini, yakni SC (26) warga Kelurahan Kepa, kebon Jeruk, Jakarta, MFD (24) mahasiswa warga Kedungjaya, Tanahserela, Kota Bogor, dan MDRB (23) mahasisw waga Duri Kepa, Jakarta Barat.

Mereka merupakan pengelola sekaligus pembobol kartu kredit. Modusnya, para tersangka membobol kartu kredit milik orang lain di dalam maupun luar negeri. Uang hasil carding inilah yang dipakai untuk menjalankan bisnis travel perjalanan promo dan mengendorse figur publik.

Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol Trunoyudo Wisnu Andiko mengatakan, kasus itu berawal ketika tersangka SC dan MFD membuka usaha agen travel dengan iming-iming promo tiket diskon 20-30%. Mere mempromosikan bisnisnya melalui akun Instagram atas nama @Tiketkekinian.

Selanjutnya apabila ada pelanggan yang memesan tiket maskapai atau kamar hotel, tersangka SC dan MFD menyuruh pelanggan untuk mencari tahu dulu harga tiket resmi pada website resmi dengan dalih agar bisa menentukan diskon yang akan diberikan kepada pelanggan.

“Selanjutnya tersangka SC dan MFD membeli tiket tersebut dari para pelaku ilegal akses jenis carding yang salah satunya adalah tersangka MDRB dengan harga beli hanya sebesar 40-50% dari harga normal. Kemudian dijual lagi kepada pelanggan seharga 75% dari harga resmi,” ungkapnya, Kamis (27/2/2020). 

Turno menjelaskan, untuk tersangka MDRP mendapatkan data-data kartu kredit milik orang lain secara ilegal dengan cara membeli dari para pelaku spammer (pencuri data kartu kredit) melalui media social Facebook Messenger dengan harga per 1 data kartu kredit (CC) Rp150.000 – 200.000.

“Untuk data kartu kredit yang dibobol digunakan untuk melakukan pembelian  tiket tiket adalah milik orang-orang Jepang,” ujarnya.

Turno mengungkapkan, dalam melakukan promosi penjualan tiket dengan media akun Instagram @Tiketkekinian tersangka menggunakan cara endorsement dari artis artis dan selebgram. Artis-artis tersebut dibiayai oleh tersangka untuk beberapa perjalanan yang menggunakan maskapai penerbangan dan juga hotelnya.

“Adapun untuk tiket-tiket yang diberikan kepada para artis tersebut di antaranya ada juga yang merupakan hasil kejahatan carding dan juga ada yang dibeli secara resmi melalui website resmi, namun membelinya dengan uang hasil usaha penjualan tiket yang didapatkan secara ilegal/carding,” ujarnya.

Menurut Turno, artis-artis dan selebgram yang dipakai jasa endorsenya antara lain Gisela Anastasia, Jessica Iskandar, Boy William, Tyas Mirasih, Awkarin, dan Ruth Stefanie.

“Ketiga tersangka itu kita jerat dengan Pasal 32 ayat (1) juncto Pasal 48 ayat (1) Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang perubahan atas UU Nomor 11 tahun 2008 tentang Informasi Transaksi Elektronik Jo Pasal 55 ayat (1) KUHP dan/atau Pasal 56 KUHP,” katanya.


Editor : Kastolani Marzuki