Polda Jatim Amankan Lebih dari 6 Ton Daging Sapi Impor Ilegal dari Australia

Ihya Ulumuddin ยท Kamis, 04 Juli 2019 - 16:32 WIB
Polda Jatim Amankan Lebih dari 6 Ton Daging Sapi Impor Ilegal dari Australia
Wadirreskrimsus Polda Jatim AKBP Arman Asmara menunjukkan barang bukti kepala sapi dan daging impor ilegal di Mapolda Jatim, Surabaya, Kamis (4/7/2019). (Foto: iNews.id/Ihya' Ulumuddin)

SURABAYA, iNews.id – Subdit I Ditreskrimsus Polda Jawa Timur (Jatim) mengamankan lebih dari 6 ton daging sapi dan kerbau impor ilegal asal Australia. Daging kemasan kardus 30 kilogram (kg) itu diamankan dari sebuah gudang milik UD SMN di Pakisaji, Kabupaten Malang.

Wadirreskrimsus Polda Jatim AKBP Arman Asmara mengatakan, selain tidak dilengkapi izin dari Dinas Peternakan Jatim, daging sapi dan kerbau ilegal tersebut juga tidak memenuhi standar sanitasi pangan. Hasil penyelidikan polisi, daging sapi tersebut didistribusikan ke sejumlah wilayah di Jatim. Sebagian lagi sudah beredar.

“Selain daging impor, ada daging sapi lokal. Ada juga kikil dan kepala sapi. Semuanya tidak memenuhi standar sanitasi yang disyaratkan. Rinciannya, 5.549 kg daging sapi impor; 740 kg daging kerbau impor, 1.000 kg kikil sapi lokal, dan 3 kepala sapi lokal,” kata Arman, Kamis (4/7/2019).


Arman mengaku telah menetapkan satu orang tersangka dalam kasus ini, yakni SWR. Dia pemilik daging, sekaligus gudang penyimpanan. Hanya, dia tidak ditahan karena ancaman hukumannya kurang dari lima tahun penjara.

“Yang bersangkutan melanggar Pasal 135 Jo Pasal 71 ayat 2 Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2012 tentang Pangan. Ancaman pidananya 2 tahun penjara atau denda Rp4 miliar,” katanya.

Sementara Kabid Kesehatan Masyarakat dan Veteriner (Kesmavet) Dinas Peternakan Jatim, Juliani Poliswari mengatakan, banyak persyaratan yang dilanggar oleh pemilik. Mulai dari sanitasi, kelayakan gudang, hingga cold storage, yang tidak memenuhi standar.

“Kami sudah cek semua. Ternyata gensetnya tidak ada. Padahal, daging ini harus disimpan di tempat yang dingin. Kalau tidak, bisa busuk dan berbahaya bila dikonsumsi. Prinsipnya, higiene sanitasinya tidak terpenuhi semua,” katanya.

Selain itu, Pemprov Jatim juga masih melarang daging impor masuk ke Jatim. Regulasinya tertuang dalam Surat Edaran (SE) Gubernur.


Editor : Maria Christina