Petugas Bandara Juanda Amankan Penumpang Bawa Ratusan Amunisi

Antara ยท Senin, 25 Februari 2019 - 08:08:00 WIB
Petugas Bandara Juanda Amankan Penumpang Bawa Ratusan Amunisi
Ilustrasi amunisi. (Foto: Istimewa).

SURABAYA, iNews.id - Petugas Bandara Internasional Juanda Surabaya di Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur (Jatim), mengamankan seorang penumpang pesawat yang kedapatan membawa ratusan amunisi senjata api berbagai jenis.

Kabid Humas Polda Jatim, Frans Kombes Pol Barung Mangera, membenarkan adanya peristiwa tersebut. Kejadian itu berlangsung pada Sabtu (23/2/2019) malam.

Pelaku, SP, yang membawa senjata api tersebut merupakan warga Bukit Pakis Utara, Kota Surabaya. Dia ikut dengan pesawat Cina Airlines CI-751 dari Taiwan, transit di Singapura sebelum tiba di Bandara Internasional Juanda.

Kronologinya, kata dia, berawal ketika ada tanda-tanda mencurigakan ketika barang-barang SP melewati deteksi Sinar X bandara. Kemudian, petugas pun melakukan pemeriksaan secara manual dengan membongkar koper tersebut.

"Petugas menemukan lima bungkus mencurigakan berbalut isolasi warna putih yang ditempatkan di antara tumpukan baju di dalam koper," kata Barung kepada wartawan di Kota Surabaya, Jatim, Senin (24/2/2019).

Menurut dia, ada lima bungkus berbalut isolasi warna putih, setelah dibongkar berisi total 400 butir proyektil senjata api berbagai jenis. Selain itu, juga ada beberapa bagian senjata api yang dibawanya.

SP dalam penerbangan itu tidak sendirian. Dia bersama tiga anggota keluarganya, masing-masing berinisial SoP, TV, dan SIP, yang semuanya terdata sebagai warga negara Indonesia.

"Mereka mengaku pulang liburan dari Oregon, Amerika Serikat. Dari sanalah ratusan proyektil senjata api berbagai jenis ini didapat," ujar Barung.

SP dalam penyelidikan sempat menunjukkan kartu anggota Persatuan Penembak Indonesia (Perbakin) Nomor 1177/13/B/2017 atas namanya sendiri. Hingga kini, proses penyelidikan pun masih berlangsung.

"Kami menduga ratusan amunisi proyektil dan beberapa bagian senjata api itu dibawanya masuk ke Indonesia secara ilegal," katanya.

Editor : Andi Mohammad Ikhbal