Peta Bencana di Indonesia, 274 Kota Kabupaten Rawan Longsor 

Ajeng Wirachmi · Selasa, 05 April 2022 - 18:50:00 WIB
Peta Bencana di Indonesia, 274 Kota Kabupaten Rawan Longsor 
Ilustrasi, peta bencana di Indonesia, 274 Kota Kabupaten Rawan Longsor . (Foto: Antara).

JAKARTA, iNews.id - Indonesia merupakan negara kepulauan yang rentan terkena bencana. Letak geografis Indonesia di wilayah cincin api membuat sebagian besar wilayah Tanah Air rentan dilanda gempa bumi dan gunung meletus. 

Bencana alam lainnya yang kerap melanda Indonesia, seperti banjir, tanah longsor dan kebakaran hutan. 

Berikut peta bencana Indonesia :
 
1. Banjir

Jakarta termasuk salah satu lokasi yang berpotensi terjadi bencana banjir pada musim hujan. Bencana banjir Jakarta terparah terjadi pada Februari 2007 dan menyebabkan 70 persen wilayah Jakarta terendam. 

Informasi yang dihimpun dari laman Jakarta Open Data menyebutkan tiga kecamatan di Jakarta Pusat rawan banjir. Tiga kecamatan itu meliputi Johar Baru, Kemayoran dan Tanah Abang. 

Kemudian di Jakarta Utara wilayah yang menjadi langganan banjir meliputi kawasan Cilincing, Kelapa Gading, Koja, Tanjung Priok, Pademangan dan Penjaringan.

Grogol Petamburan dan Cengkareng juga termasuk dua kecamatan di Jakarta Barat yang rawan banjir berdasarkan data Pemprov DKI Jakarta. 

Sementara itu, di wilayah Jakarta Selatan ada kecamatan Jagakarsa, Cilandak, Kebayoran Baru, Mampang Prapatan, Pasar Minggu, Pancoran, Tebet dan Setiabudi yang menjadi kawasan rawan banjir. 

Selanjutnya, di Jakarta Timur ada 10 kecamatan rawan banjir meliputi Pulo Gadung, Pasar Rebo, Makasar, Jatinegara, Kramat Jati, Ciracas, Duren Sawit, Cipayung, Matraman dan Cakung.

Dalam Jurnal Sains&Teknologi Modifikasi Cuaca bertajuk “Mengulas Penyebab Banjir di Wilayah DKI Jakarta dari Sudut Pandang Geologi, Geomorfologi dan Merfometri Sungai,” Jakarta sebenarnya berada di wilayah cekungan banjir yang mengakibatkan Ibu Kota Indonesia ini rentan kebanjiran. 

Ditambah lagi, ada 13 sungai besar yang bermuara di teluk Jakarta karena kerap terjebak di cekungan besar Jakarta, air tersebut tidak bisa mengalir dengan lancar ke laut.

Cekungan di Jakarta berasal dari sedimen muda dan sangat tebal. Namun, belum terkonsolidasi dengan sempurna. Kondisi tersebut berujung pada tanah Jakarta yang kerap mengalami penurunan sebesar 4-20 sentimeter per tahun. 

Keadaan ini diperparah dengan pengambilan air tanah secara besar-besaran yang dilakukan oleh masyarakat.

Editor : Kurnia Illahi

Halaman : 1 2 3

Bagikan Artikel: