Persentase Angka Kematian Pasien Covid-19 di Jatim di Atas Rata-Rata Luar Negeri

Antara ยท Sabtu, 11 Juli 2020 - 09:37 WIB
Persentase Angka Kematian Pasien Covid-19 di Jatim di Atas Rata-Rata Luar Negeri
Ilustrasi suasana pemakaman dokter yang meninggal akibat Covid-19. (Foto: Koran SINDO)

SURABAYA, iNews.id - Ketua Tim Pelacakan Pencegahan dan Penanggulangan Covid-19 Jawa Timur Kohar Hari Santoso menyebut persentase kematian pasien positif di jatim lebih tinggi dibanding rata-rata di luar negeri. Hal ini menurutnya perlu terus menjadi perhatian serius.

"Persentase kematian pasien Covid-19 yang meninggal dunia di luar negeri itu antara 3 hingga 5 persen dari total jumlah pasien positif," kata Kohar saat menjadi narasumber dalam acara sosialisasi pencegahan Covid-19 di Mandhapa Agung Ronggosukowati Pamekasan, Jumat (10/7/2020).

Sementara di Indonesia, khususnya Jatim, persentase angka kematian pasien yang positif terpapar Covid-19 berada pada rentang 15 hingga 40 persen lebih.

Kurangnya kesadaran masyarakat dalam menjalankan protokol kesehatan menjadi salah satu penyebab. Di samping itu, pasien yang terpapar memiliki jenis penyakit penyerta sehingga berpotensi menurunkan daya tahan tubuh.

Menurutnya, jika daya tahan tubuh menurun, virus yang ada dalam tubuh akan lebih cepat bekerja.

"Kabupaten Pamekasan ini termasuk daerah dengan persentase angka kematian pasien positif yang tinggi," katanya.

Berdasarkan data Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Jatim, persentase kematian pasien terpapar Covid-19 sebesar 15,58 persen. Pasien terbanyak yang meninggal dunia berusia lanjut, yakni antara umur 60 hingga 69 tahun.

Selain itu, angka kematian pasien dalam pengawasan (PDP) yang tersebar di 38 kabupaten/kota di Jatim juga sangat tinggi. Tiga daerah terbanyak persentase angka kematian PDP yakni Kabupaten Bangkalan, Sumenep dan Kota Mojokerto. Di Bangkalan angka persentase kematian PDP mencapai 48 persen, Sumenep 43 persen dan Kota Mojokerto 39 persen.

"Yang paling sedikit sesuai dengan data tim yakni Kabupaten Bondowoso, Surabaya dan Kabupaten Sampang. Ini untuk PDP ya, bukan yang positif corona," katanya.

Direktur Rumah Sakit Saiful Anwar Malang ini meminta agar masyarakat lebih hati-hati dalam berupaya melakukan pencegahan. Menurutnya, pencegahan ini bisa dilakukan secara primer, sekunder dan tersier.

Yang dimaksud dengan pencegahan primer yaitu upaya yang harus dilakukan agar tidak tertular virus corona. langkah awal dengan menerapkan protokol kesehatan secara ketat.

Kemudian pencegahan sekunder, yakni upaya yang dilakukan agar tidak menjadi sakit dengan meningkatkan imun tubuh dan membentuk masyarakat tangguh. Sementara pada pencegahan tersier, agar warga yang telah terpapar Covid-19 tidak fatal sehingga menyebabkan yang bersangkutan meninggal dunia.

"Caranya tentu dengan memperhatikan kapasitas dan daya tampung rumah sakit, termasuk kualitas pelayanan," ucapnya.

Dia menambahkan, pencegahan primer bagi orang dalam pemantauan atau orang tanpa gelaja. Lalu pencegahan sekunder bagi PDP dan tersier untuk pasien positif Covid-19.


Editor : Donald Karouw