Peringatan Hari Buruh 2020, Khofifah: Ini Tahun Berat Penuh Keprihatinan

Ihya Ulumuddin ยท Jumat, 01 Mei 2020 - 16:56 WIB
Peringatan Hari Buruh 2020, Khofifah: Ini Tahun Berat Penuh Keprihatinan
Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa. (Foto: Istimewa)

SURABAYA, iNews.id - Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa menyebut, peringatan Hari Buruh tahun ini penuh keprihatinan. Pandemi corona (Covid-19) membuat pelaku usaha merugi dan gulung tikar. Imbasnya, buruh banyak di-PHK (pemutusan hubungan kerja) dan dirumahkan.

Khofifah mengatakan, situasi ini tidak hanya terjadi di Indonesia, tetapi di 213 negara dunia. Tidak hanya berat untuk para buruh, tapi juga pelaku usaha.

"Semua merasakan dampaknya,” katanya, Jumat (1/5/2020).

Di Jatim, jumlah pekerja yang dirumahkan mencapai 32.365 orang. Jumlah ini tersebar di 555 perusahaan.

Sebagian besar sektor perhotelan dan pariwisata. Sedangkan jumlah korban PHK mencapai 5.348 pekerja dari 210 perusahaan di Jatim. 

Para Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Jatim juga ikut terimbas Covid-19 ini. Total ada 1.895 orang PMI yang pulang akibat habis kontrak. Sedangkan 386 lainnya dipulangkan paksa (deportasi) dari negara tujuan pekerja.

Wabah Covid-19 ini juga menyebabkan 4.801 calon PMI yang seharusnya berangkat ke luar negeri batal sebab, negara tujuan menolak. Kasus ini menambah jumlah angka pengangguran di Jatim.

“Tidak banyak yang bisa dilakukan. Ini tahun berat. Karenanya saya pun meminta para buruh untuk bersabar dan menunggu hingga situasi kembali normal,” katanya.

Khofifah mengatakan, Pemerintah Pusat dan Pemprov Jatim tengah berupaya maksimal mengatasi persoalan ini. Salah satunya dengan meluncurkan kartu prakerja sebagai social safety net. 

Pemerintah menyediakan helpdesk untuk memudahkan akses pekerja terhadap kartu prakerja. Total ada 56 titik helpdesk yang terdiri atas 38 di Disnaker Kab/Kota, 16 UPT BLK Disnakerprov Jatim, Kantor UPT P2TK yang beralih fungsi dan di kantor Disnakertrans Provinsi. 

Dia berharap ketika wabah ini mereda, pelaku usaha dapat kembali bangkit dan memanggil para pekerjanya lagi. “Kepada komponen pekerja, pengusaha, Apindo untuk bekerja sama dan tetap berdoa agar badai Covid-19 ini segera berlalu dan kita segera memulihkan ekonomi,” katanya.


Editor : Ihya Ulumuddin