Peras Kades, Oknum Anggota LSM dan Wartawan Gadungan di Bojonegoro Diciduk Polisi

Dedi Mahdi ยท Rabu, 03 Juni 2020 - 12:04:00 WIB
Peras Kades, Oknum Anggota LSM dan Wartawan Gadungan di Bojonegoro Diciduk Polisi
2 laki-laki di Bojonegoro ditangkap polisi usai peras kades. (Foto: iNews/Dedi Mahdi)

BOJONEGORO, iNews.id – Dua laki-laki yang mengaku sebagai anggota sebuah Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) dan wartawan gadungan ditangkap polisi di Bojonegoro, Jawa Timur (Jatim). Keduanya telah melakukan pemerasan kepada seorang kepala desa sebesar Rp40 juta.

PS (46) warga Desa Ngumpakdalem dan KS (49) asal Sumbertlaseh, Kecamatan Dander, diringkus petugas Satreskrim Polres Bojonegoro. Keduanya diduga melakukan pemerasan kepada Kepala Desa (Kades) Kemiri, Kecamatan Malo, H Jupri.

“Waktu datang ke kantor dulu ada empat orang, mintanya Rp40 juta,” kata Jupri di Mapolres Bojonegoro, Selasa (2/6/2020).

Menurutnya, tersangka meminta uang tersebut untuk berkoordinasi dengan pihak dari kejaksaan negeri dan juga aparat dari Polres Mojokerto.

Modus yang dilakukan tersangka yakni mengaku sebagai anggota LSM Gerakan Masyarakat Bawah Indonesia (GMBI). Bersama rekannya yang mengaku wartawan media online, mereka menanyakan salah satu proyek pembangunan di desa tersebut.

Keduanya mengancam akan melaporkan proyek tersebut ke aparat hukum karena diduga ada penyimpangan. Tersangka kemudian meminta uang hingga Rp40 juta jika tidak ingin temuannya tersebut dibawa ke jalur hukum.

Merasa takut dan risih, H Jupri menyanggupi uang Rp10 juta serta melapor ke polisi. Saat transaksi di salah satu warung kopi, kedua tersangka langsung diringkus.

Kapolres Bojonegoro, AKBP M Budi Hendrawan mengatakan, selain tersangka, polisi juga mengamankan barang bukti uang tunai Rp10 juta serta kartu identitas LSM dan wartawan.

“Kami mengimbau agar kepala desa tetap menggunakan anggaran sebagaimana mestinya, jadi tidak akan ditakut-takuti oknum,” katanya saat ekspose kasus.

Selain itu, Budi juga mengimbau kepala desa yang lain untuk tidak segan melapor jika merasa diancam, ditakuti-takui atau diperas.

Akibat perbuatannya, kedua tersangka dijerat Pasal 368 KUHP tentang Pemerasan, dengan ancaman sembilan tahun penjara.

Editor : Umaya Khusniah