Pengakuan Warga saat Erupsi Gunung Semeru: Gelap Gulita seperti Malam, Saya Pasrah 

Avirista Midaada · Minggu, 05 Desember 2021 - 12:52:00 WIB
Pengakuan Warga saat Erupsi Gunung Semeru: Gelap Gulita seperti Malam, Saya Pasrah 
Posko pengungsian pascaerupsi Gunung Semeru (Foto: BPBD Lumajang/Istimewa)

LUMAJANG, iNews.id - Warga di lokasi Gunung Semeru mengaku tak ada tanda-tanda atau peringatan dini sebelum erupsi. Saat itu, langit tiba-tiba gelap gulita.

Salah satu warga Desa Supit Urang Abdul Manan menyatakan, saat erupsi Gunung Semeru kemarin sore dia dan beberapa warga lain tengah beraktivitas seperti biasa di rumah. Dia kini mengungsi di salah satu masjid yang menjadi posko pengungsian di Kecamatan Pronojiwo, Kabupaten Lumajang. 

"Jika memang kami diberi tahu akan erupsi, tentunya masyarakat sudah siap. Karena saat erupsi tengah beraktivitas seperti biasa," ucap Manaf kepada wartawan, pada Minggu pagi (5/12/2021). 

Dia menambahkan, saat itu berada di halaman rumahnya. Namun tiba-tiba suasana berubah menjadi gelap gulita seperti malam hari. Dia pun akhirnya berlari masuk ke dalam rumah bersama anaknya. 

"Kemudian saya lari ke halaman rumah dan tiba-tiba cuaca seperti malam hari, sudah gelap gulita. Kemudian saya tarik anak saya masuk ke dalam rumah lalu pintu saya tutup. Saya sudah pasrah dan khawatir saat itu dan merasa sudah tidak akan selamat," katanya.

Dirinya mengaku tidak ada tanda atau peringatan apapun sesaat sebelum Gunung Semeru erupsi

"Tidak ada tanda-tanda Semeru akan erupsi, tidak ada peringatan apapun kalau Semeru akan meletus. Saat itu saya ada di dalam rumah. Istirahat setelah aktivitas di luar, dan kejadian ini luar biasa dari tahun lalu," tuturnya. 

Kemudian, suasana perlahan-lahan mulai terang dan ada cahaya, dari sanalah ia kemudian bergegas menyelamatkan diri bersama keluarganya.

"Cuaca kembali terang akhirnya, terus saya lari menyelamatkan diri," katanya.

Editor : Nani Suherni

Halaman : 1 2

Follow Berita iNewsJatim di Google News

Bagikan Artikel: