Pendeta Hanny Layantara Dituntut 10 Tahun Penjara Kasus Pencabulan Anak

Hari Tambayong ยท Selasa, 15 September 2020 - 06:31 WIB
Pendeta Hanny Layantara Dituntut 10 Tahun Penjara Kasus Pencabulan Anak
Ruang Sidang Cakra PN Surabaya, tempat sidang perkara pencabulan dengan terdakwa Pendeta Hanny Layantara.(foto:iNews.id/Ihya` Ulumuddin)

SURABAYA, iNews.id - Pendeta Hanny Layantara menghadapi tuntutan 10 tahun penjara dalam kasus pencabulan anak. Tuntutan tersebut dibacakan Jaksa Penuntut Umum (JPU) dalam persidangan lanjutan di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya.

"Menuntut terdakwa dengan hukuman penjara selama 10 tahun," kata JPU saat membacakan tuntutan dalam sidang yang berlangsung tertutup di PN Surabaya, Senin, (14/9/2020).

JPU juga menuntut pendeta Hanny Layantara dengan denda Rp100 juta atau pengganti hukuman penjara enam bulan.

Dalam amar tuntutan, JPU menyebut perbuatan terdakwa telah meninggalkan trauma dan merusak masa depan korban. JPU juga menyebut terdakwa selalu berkelit dan tidak mengakui secara terus terang pencabulan yang dilakukan.

Terhadap tuntutan tersebut, terdakwa melalui penasehat hukumnya, Abdurrachman Saleh menyatakan tuntutan tersebut merupakan hak JPU. Kendati demikian, pihak terdakwa akan menyiapkan pembelaan atas tuntutan tersebut.

Terpisah, Bethania Aden yang menjadi juru bicara korban pelecehan terdakwa mengatakan bersyukur dengan tuntutan berat yang diberikan JPU kepada terdakwa. Dia meyakini majelis hakim akan memberikan putusan yang adil bagi korban.

"Pihak keluarga percaya hukum masih berlaku untuk semua warga, tidak terkecuali terhadap pelaku," ujarnya.

Sidang kasus pencabulan ini akan dilanjutkan pekan depan dengan agenda pembacaan nota pembelaan oleh terdakwa.


Editor : Reza Yunanto