Pemprov Jatim Siapkan 1.613 Bed untuk Tangani Pasien Virus Corona

Ihya Ulumuddin · Senin, 23 Maret 2020 - 00:30 WIB
Pemprov Jatim Siapkan 1.613 Bed untuk Tangani Pasien Virus Corona
Ruang isolasi RSUD Dr Soetomo, Surabaya. Pemprov Jatim akan menambah 1.613 bed untuk menangani pasien Covid-19. (Foto: iNews.id/Yudha Prawira)

SURABAYA, iNews.id - Pemprov Jatim menyiapkan 1.613 bed untuk penanganan pasien virus corona (Covid-19). Masing-masing terbagi atas 525 bed untuk ruang isolasi dan 700 bed ruang observasi. 

"Dari hasil ekstensifikasi ada tambahan 388 bed (total 913 bed)  untuk ruang isolasi. Jumlah itu dari 62 rumah sakit rujukan, maupun tambahan dari pembangunan gedung baru seperti RSUD Dolopo, Madiun," kata Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa, Minggu (22/3/2020).

Untuk ruang observasi, Khofifah memastikan fasilitasnya sama dengan yang ada di Natuna. Karena itu, pasien dipastikan makan dengan gizi tercukupi, mengikuti pengecekan kesehatan dan jadwal olahraga. 

"Pastikan kemudian ada semangat yang terbangun.  Itu ruang observasi. Tapi tetap di situ harus ada dokter. Itu persis di Natuna tapi ini tidak dalam bentuk tenda jadi sudah dalam bentuk gedung-gedung," katanya.

Diketahui, berbagai upaya dilakukan Pemprov Jatim dalam menangani virus korona do wilayahnya. Selain menambah fasilitas perawatan,  pemprov juga  memperpanjang masa libur (belajar di rumah) bagi siswa SMA/SMK di Jatim  hingga 5 April mendatang. Tak hanya itu, Ujian Nasional (UN) SMA yang harusnya diadakan 30 Maret 2020, juga akan diundur menjadi tanggal 6 April.

"Meski demikian para kepala sekolah dan Kepala Cabang Dinas Pendidikan meskipun kerja dari rumah tetap harus standby jika sewaktu-waktu rapat dengan Kepala Dinas Pendidikan Jatim. Karena mereka tetap mereka harus menyelesaikan persiapan penyelenggaraan UN," katanya.

Di internal Pemprov Jatim, Khofifah juga memberlakukan sistem kerja baru bagi para pegawai, yakni sehari masuk kerja di kantor dan sehari kerja di rumah. "Ini berlaku sampai tanggal 5 April. Untuk eselon II dan III tetap masuk kerja seperti biasa, kecuali mereka yang sakit. Nantinya kami akan mengembangkan room screening di masing-masing Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Sehingga sebelum masuk kantor, mereka sudah dalam kondisi bersih," katanya.


Editor : Kastolani Marzuki