Wartawan yang Liputan di Rumah Dinas Khofifah Jalani Tes Covid-19

Ihya Ulumuddin ยท Minggu, 22 Maret 2020 - 19:06 WIB
Wartawan yang Liputan di Rumah Dinas Khofifah Jalani Tes Covid-19
Rapid Test Covid-19 wartawan di rumah dinas Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa (Foto: Dok Humas Pemprov Jatim)

SURABAYA, iNews.id - Awak media yang bertugas di lingkungan Gedung Negara Grahadi atau rumah dinas Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa jalani Rapid Test Covid-19. Selain tes, para para reporter ini juga diberikan vaksin influenza.

"Teman-teman reporter ini kan aktivitasnya banyak, orang yang ditemui juga heterogen, sebagai bentuk perhatian kami, kami memberikan kesempatan mereka untuk dilakukan rapid test covid-19 dan juga vaksin influenza,” kata Khofifah, Minggu (22/3/2020).

Alat tesnya pun mirip dengan alat rapid test yang akan digunakan untuk tes massal. Untuk tes massal Khofifah memastikan telah memesan ke Kementerian Kesehatan. Total sebanyak dua puluh reporter menjalani tes rapid Covid-19.

“Kalau alat digunakan untuk tes cepat massal Insya Allah Senin akan mulai datang. Jadi ini beberapa alat rapid test kita prioritaskan untuk teman-teman media yang bertugas di Grahadi,” ucapnya.

Sementara itu Ahli Patologi Klinik Jatim Prof Aryati mengatakan rapid test ini untuk mengetahui antibodi SARS-Cov-2 yang dibentuk dalam diri seorang. Caranya dengan pengambilan sample darah. Kemudian diteteskan dalam alat yang berbentuk stick uji.

“Deteksi antibodi SARS Cov-2 ini lewat darah yang diambil whole blood, besok akan datang lagi dua kotak lagi dengan jumlah 40, dan besoknya datang 200 lagi. Berkala memang, karena kalau beli ini juga inden. Jadi ini tes deteksi antibodi SARS-COV-2 penyebab covid-19,” katanya.

Tes antibodi yang dilakukan dengan uji darah ini beda dengan swab. Dalam rapid test yang dideteksi yakni antibodi yang terbentuk dalam tubuh akibat virus SARS-COV-2 penyebab covid-19.

Apabila dalam rapid test hasilnya negatif, maka terdapat dua kemungkinan. Yang pertama memang tidak ada virus SARS-COV-2. Atau kemungkinan kedua karena belum terbentuk antibodi di dalam tubuh karena virus masih dalam masa inkubasi.

“Karena itu kalau hasilnya negatif bisa disarankan untuk mengulang tesnya kembali di antara tujuh hingga delapan hari ke depan,” kata Aryati.


Editor : Nani Suherni