Pembunuh IRT di Sidoarjo Ditangkap, Pelaku Menantu Korban yang Kesal Tak Dipinjami Uang

Yoyok Agusta ยท Rabu, 26 Februari 2020 - 21:49 WIB
Pembunuh IRT di Sidoarjo Ditangkap, Pelaku Menantu Korban yang Kesal Tak Dipinjami Uang
Kapolresta Sidoarjo Kombes Pol Sumardji memberikan keterangan pers terkait kasus pembunuhan ibu mertua di Sidoarjo, Jatim, Rabu (26/2/2020). (Foto: iNews/Yoyok Agusta)

SIDOARJO, iNews.id – Satreskrim Polresta Sidoarjo telah menangkap pembunuh seorang ibu rumah tangga (IRT) di Jalan Raya Sukodono, Desa Ganting RT 01 RW 03, Kecamatan Gedangan, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur (Jatim), Rabu (26/2/2020). Korban bernama Siti Fadilah (48), ternyata dibunuh oleh menantunya.

Pelaku ditangkap hanya dalam waktu dua jam setelah pembunuhan tersebut. Pelaku bernama Totok Dwi Supriyanto (25), tega membunuh mertuanya hanya karena tak dipinjami uang sebesar Rp3 juta. Uang tersebut akan dia gunakan untuk mengambil ijazah istrinya.

“Dari hasil penyelidikan, terungkap korban ini adalah mertua dari tersangka. Tersangka ini menghabisi mertuanya dengan motif pinjam uang Rp3 juta. Karena tidak dikasih Rp3 juta, akhirnya tersangka ini, menantu ini kalap membunuh mertuanya,” kata Kapolresta Sidoarjo Kombes Pol Sumardji saat konferensi pers.

Pelaku membunuh mertuanya dengan cara sadis. Totok mencekik dan memukul korban dengan miniatur kapal dari keramik. Pelaku kemudian menyeret korban ke dapur dan kembali memukulnya dengan tabung elpiji 3 kilogram.

Untuk memastikan sang mertua meninggal, pelaku juga menusuk beberapa bagian tubuh korban dengan menggunakan gunting. Setelah membunuh mertuanya, tersangka lalu membawa sejumlah perhiasan korban.

“Tersangka membawa gelang dan cincin emas yang tersimpan di lemari korban,” kata Kapolresta Sidoarjo.

Sumardji mengatakan, tersangka berhasil ditangkap di rumah neneknya yang tak jauh dari rumah korban. Sementara selama ini tersangka tinggal di rumah orang tuanya di Perumahan Pasegan Asri Kecamatan Sukodono Sidoarjo.

“Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, tersangka dijerat dengan Pasal 338 dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara,” kata Kapolresta Sidoarjo.

Mayat korban sebelumnya ditemukan pertama kali oleh menantunya. Korban tergeletak bersimbah darah di lantai rumahnya Jalan Raya Sukodono, Desa Ganting RT 01 RW 03, Kecamatan Gedangan, Kabupaten Sidoarjo, Jatim, Rabu (26/2/2020) siang. Hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) Polres Sidoarjo, korban Siti Fadilah tewas akibat dibunuh.

“Yang pertama kali mengetahui itu adik ipar saya. Saya mendapat kabar kalau mertua saya jatuh dan mengeluarkan darah,” kata menantu korban, Bagus Jatmiko.


Editor : Maria Christina