Pelajar di Malang yang Tusuk Begal hingga Tewas Divonis Hukuman Pidana Pembinaan 1 Tahun

Saif Hajarani, Antara ยท Kamis, 23 Januari 2020 - 13:57 WIB
Pelajar di Malang yang Tusuk Begal hingga Tewas Divonis Hukuman Pidana Pembinaan 1 Tahun
Sidang pembacaan vonis kepada pelajar yang menusuk begal hingga tewas di Malang, Jatim. (Foto: Antara)

Malang, iNews.id - Seorang pelajar di Kabupaten Malang, Jawa Timur (Jatim), ZA (17) yang menusuk begal hingga tewas divonis hukuman pidana pembinaan dalam lembaga selama satu tahun. Di sana, terdakwa akan mendapat pendampingan dan pembimbingan.

Hakim Tunggal Pengadilan Negeri (PN) Malang, Nuny Defiary menyatakan, ZA terbukti melakukan penganiayaan yang menyebabkan kematian. "Menyatakan bahwa ZA terbukti secara sah melakukan tindak pidana penganiayaan yang menyebabkan mati," kata Nuny, dalam sidang pembacaan tuntutan, di Ruang Tirta Anak PN Malang, Kamis (23/1/2020).

Hakim menyatakan ZA terbukti melanggar Pasal 351 ayat 3 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) tentang perkelahian yang menyebabkan kematian. Sehingga, hakim memutuskan untuk menjatuhkan hukuman pidana pembinaan dalam Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak (LKSA) Darul Aitam, di Wajak, Kabupaten Malang.

"Menjatuhkan pidana kepada anak dengan pidana pembinaan dalam Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak (LKSA) selama satu tahun," kata Nuny.

BACA JUGA: ZA, Pelajar yang Bunuh Begal Dituntut 1 Tahun Pembinaan di Lembaga Kesejahteraan Anak

Dia menambahkan, selama menjalani pidana pembinaan dalam lembaga, ZA juga akan diberikan pendampingan dan pembimbingan.

Dalam proses persidangan, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Anak mendakwa ZA dengan Pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana, dan subsider Pasal 338 tentang pembunuhan. Selain itu, juga subsider Pasal 351 ayat 3 tentang penganiayaan yang menyebabkan kematian, serta Undang-Undang Darurat tentang membawa senjata tajam.

Namun, dalam pembuktiannya ZA terbukti melanggar Pasal 351 ayat 3 KUHP, sementara pasal lain yang disangkakan jaksa tidak terbukti.

BACA JUGA: Buntut Sidang Perkara Pelajar Bunuh Begal, Situs PN Kepanjen Malang Diserang Hacker

Kasus yang menjerat ZA bermula dari adanya penemuan mayat di kebun tebu di Desa Gondanglegi Kulon, Kecamatan Gondanglegi, Kabupaten Malang, 9 September 2019. Korban bernama Misnan (35) yang diduga merupakan pelaku perampasan atau begal yang beroperasi di Malang.

Pada malam kejadian itu, ZA yang sedang bersama kekasihnya berinisal VN, dihadang oleh beberapa orang yakni Misnan dan Ali Wava. Mereka ingin merampas sepeda motor dan telepon seluler ZA dan VN.

Tak hanya itu, mereka juga mengancam akan memperkosa VN. ZA melakukan perlawanan dan menusukkan pisau yang diambil dari jok motor ke salah satu begal hingga akhirnya tewas.


Editor : Umaya Khusniah