Pawang Burung Murai di Probolinggo Panen Rezeki saat Pandemi Covid

Hana Purwadi ยท Selasa, 13 Oktober 2020 - 06:45:00 WIB
Pawang Burung Murai di Probolinggo Panen Rezeki saat Pandemi Covid
Pawang burung murai di Probolinggo kebanjiran rezeki selama pandemi covid dari jasa merawat dan mencetak burung. (Foto: iNews/Hana Purwadi)

PROBOLINGGO, iNews.id – Pandemi covid seolah menjadi berkah bagi Lukmanul Hakim, warga Desa Sumbersuko, Kecamatan Dringu, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur. Pria yang dijuluki pawang burung murai batu itu panen rezeki dari jasa merawat burung stres.

Pria 39 itu dijuluki pawang burung murai karena kepiawaiannya merawat dan mencetak burung biasa menjadi juara.

Karena prestasinya mencetak burung juara sejak 2010, etalase ruang tamu rumahnya banyak tersimpan rapi piala juara lomba berbagai daerah baik tingkat regional maupun nasional.

Tiap hari selalu saja ada pecinta burung yang datang ke rumahnya baik itu menanyakan kondisi atau konsultasi burung idolanya yang dititipkan kepadanya.

Di rumahnya, terdapat delapan burung murai batu yang sudah jadi dan siap mengikuti lomba kontes kicau burung.

Di kandang karantina, ada delapan pasang lagi burung murai yang masih dalam proses pemulihan.

Lukman tidak hanya menerima dan merawat burung agar bisa menjadi jura, karyawan bank swasta itu juga membeli burung rusak dan stres untuk dirawat dan bila kondisinya maksimal akan dijual lagi. 

Dia mengaku lebih memilih burung murai karena harga jualnya stabil. “Satu ekor murai yang kondisinya tidak sehat (stres) biasanya dijual Rp1 juta hingga Rp1,5 juta per ekor. Setelah dirawat sekitar 2-3 minggu dan kondisinya membaik harganya bisa mencapai Rp5-6 juta per ekor. Kalau sudah juara harganya naik lagi,” katanya.

Lukman mengaku penjualan burung murai tidak menentu. “Tidak mesti dalam sebulan bisa laku 8 hingga 10 ekor,” ucapnya.

Dia menuturkan, di saat pandemi Covid 19 ini justru banyak burung murai yang tidak terawat dan dijual murah.

Dia mengaku belajar merawat burung secara otodidak, dan diperdalam sharing dengan komunitas pecinta burung lainya. “Yang terpenting telaten, sabar, paham dan mengerti karakter burung mental juara,” katanya.


Editor : Kastolani Marzuki