Pasien Covid-19 Diusulkan Diberi Tanda Khusus untuk Mempermudah Pengawasan

Antara ยท Senin, 25 Mei 2020 - 18:35 WIB
Pasien Covid-19 Diusulkan Diberi Tanda Khusus untuk Mempermudah Pengawasan
Ilustrasi Covid-19. (Foto: Istimewa)

SURABAYA, iNews.idPasien yang terpapar virus corona di Kota Surabaya, Jawa Timur (Jatim) diusulkan untuk diberi tanda khusus. Hal ini untuk memudahkan pengawasan dan penindakan.

Usul ini disampaikan Wakil Ketua DPRD Surabaya, A.H. Thony, Senin (25/5/2020). Pemberian tanda tersebut misalnya dengan penggunaan gelang hijau berarti untuk orang yang sehat, kuning bagi warga berstatus orang dalam pemantauan (ODP) dan merah untuk warga yang berstatus pasien dalam pengawasan (PDP).

"Jadi kalau ada warga yang keluyuran biar ketahuan terpapar Covid-19 atau tidak," ujarnya.

Menurut dia, warga yang memakai gelang hijau boleh keluar dan bekerja supaya roda ekonomi tetap jalan. Sedangkan untuk warga yang memakai gelang kuning, harus melakukan isolasi mandiri di rumah dengan menerima haknya dari Pemkot Surabaya, seperti bantuan makanan, vitamin, suplemen makanan dan lainnya.

Begitu juga untuk warga yang memakai gelang merah, harus menjalani perawatan di rumah sakit dan mendapatkan penanganan kuratif sesuai tingkat kegawatan.

Tony juga mengatakan perlu adanya ruang isolasi massal di setiap kampung di Kota Surabaya. Ruang isolasi ini nantinya akan mendapat pengawasan dan kontrol dari puskesmas setempat. Selain itu juga, politikus Partai Gerindra ini menyarankan perlu adanya edukasi protokoler pemakaman jenazah di tiap kelurahan dengan metode pemakaman yang aman.

Data Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Surabaya pada Kamis (21/5/2020) menyebutkan, terdapat 10 kecamatan di Surabaya yang mengalami kasus tertinggi Covid-19. Di antaranya Kecamatan Rungkut 180 kasus, Krembangan 172 kasus, Tambaksari 101 kasus, Sawahan 87 kasus, Wonokromo 85 kasus, Gubeng 76 kasus, Bubutan 73 kasus, Mulyorejo 58 kasus, Tegalsari 55 kasus dan Sukolilo 54 kasus.

Sedangkan di tingkat kelurahan, ada 10 wilayah dengan kasus tinggi Covid-19 tinggi. Di antaranya, Kelurahan Kemayoran 113 kasus, Kalirungkut 75 kasus, Kedung Baruk 61 kasus, Jepara 40 kasus, Ngagel Rejo 39 kasus, Banyu Urip 37 kasus, Mojo 31 kasus, Morokrembangan 27 kasus, Mulyorejo 26 kasus dan Ketintang 24 kasus.

Dari data tersebut wilayah di Kecamatan Rungkut dan Kecamatan Krembangan ditetapkan sebagai dua kecamatan tertinggi kasus penyebaran Covid-19 di Surabaya.


Editor : Umaya Khusniah