Pasangan Mantap Gugat Hasil Pilkada Sampang ke Mahkamah Konstitusi

Antara ยท Jumat, 06 Juli 2018 - 23:11:00 WIB
Pasangan Mantap Gugat Hasil Pilkada Sampang ke Mahkamah Konstitusi
Ilustrasi pilkada serentak. (Foto: Okezone)

SAMPANG, iNews.id – Pasangan Calon Bupati dan Calon Wakil Bupati Sampang Hermanto Subaidi-Suparto (Mantap), akhirnya memilih jalur hukum dengan mengajukan gugatan ke Mahkamah Konstitusi (MK). Langkah itu diambil setelah hasil rekapitulasi manual di tingkat Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sampang menyatakan paslon itu kalah atas pesaingnya Slamet Junaidi-Abdullah Hidayat (Jihad).

Tim Pemenangan Pasangan Cabup/Cawabup Mantap, Abd Muhlis memaparkan, salah satu pertimbangan mereka mengajukan gugatan ke MK karena menemukan ada indikasi kecurangan dalam pelaksanaan pilkada di Sampang, Jawa Timur, pada 27 Juni 2018 lalu. Hal itu pula yang menjadi dasar Tim Mantap menolak menandatangani hasil Pilkada Sampang.

Menurut Muhlis, indikasi kecurangan dalam pelaksanaan pilkada antara lain terjadi di Kecamatan Omben, Kedungdung, Torjun, dan Kecamatan Ketapang. “Saya tidak menandatangani hasil rekapitulasi kemarin karena sudah ada pelanggaran pemilu mulai dari tingkat desa sampai kecamatan, tapi kami tetap menerima salinan hasil penghitungan suara,” ujar Abd Muhlis di Sampang, Jumat (6/7/2018) malam.

Saat ini, tim Mantap sudah melayangkan form keberatan sesuai aturan yang berlaku serta melaporkan kepada Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kabupaten Sampang. Namun, jika tingkat kabupaten tidak bisa menindaklanjuti, mereka akan melaporkan ke Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP). Tim Mantap juga melayangkan gugatan ke MK untuk mendapatkan keadilan.

“Gugatan ke MK ini pasti, apalagi kami mempunyai peluang karena selisih 4.000 sekian atau 0,66 persen. Kalau aturan di MK 1 persen dari suara sah,” ujarnya.

Politikus Partai Gerindra Sampang itu menuturkan, beberapa materi gugatan yang akan diadukan ke MK di antaranya meminta pemungutan suara ulang (PSU) dan penghitungan ulang di sejumlah tempat pemungutan suara (TPS).

Semnetara Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sampang, Syamsul Muarif menyatakan, sudah menampung keberatan yang dilayangkan tim pasangan calon bupati/wakil bupati Mantap. Saksi menilai banyak pelanggaran dalam proses pemungutan suara.

Dia juga mengakui, tim pasangan calon itu menolak menandatangani hasil rekapitulasi perolehan suara di tingkat kabupaten yang digelar Kamis (5/7/2018). “Meski mereka tidak menandatangani, itu tidak mengurangi keabsahan hasil rapat pleno penghitungan suara. Itu sudah jadi hak masing-masing saksi,” ujarnya.

Berdasarkan hasil rekapitulasi KPU Sampang menyebutkan, pasangan Slamet Junaidi-Abdullah Hidayat (Jihad) unggul dengan meraih suara 257.121 atau 38,0438 persen. Sementara pasangan Hermanto Subaidi-Suparto (Mantap) meraih 252.676 suara atau 37,38 persen. Pasangan nomor urut 3, Hisan dan Abdullah Mansyur (Hisbullah) meraih dukungan 166.059 suara atau 24,5702 persen.

Dari tiga saksi pasangan calon bupati dan wakil bupati yang bersaing pada Pilkada Serentak pada 27 Juni 2018, hanya saksi dari pasangan Mantap yang menolak menandatangani hasil rekapitulasi perolehan suara.

Editor : Maria Christina