Partai Acoma, Embrio Komunisme di Malang Sebelum Peristiwa Berdarah 30 September 1965

Avirista Midaada · Kamis, 29 September 2022 - 09:24:00 WIB
Partai Acoma, Embrio Komunisme di Malang Sebelum Peristiwa Berdarah 30 September 1965
Korban pemberontakan G30SPKI. (Foto: Istimewa)

Jauh sebelum PKI menjadi partai politik (parpol) yang diperhitungkan, ada parpol bernama Acoma yang berintegrasi dengan ideologi komunis di Malang. Salah satu tokohnya adalah Ibnu Parna yang merupakan pengikut Tan Malaka. Tetapi diakui Faishal tidak semua anggota Partai Acoma pro-PKI dan upaya-upaya yang dilakukannya.

"Jadi kalau tokoh-tokoh Malang tokoh-tokoh kiri tapi tidak semua tokoh kiri pro-PKI, bisa pro-Murba, Acoma, keterkaitan dengan Madiun 48 nggak ada, kalau ada tokoh-tokoh yang memang memiliki kaitan dengan orang-orang terlibat peristiwa itu ada jelas. Karena Ibnu Parna sosok yang sangat kontra dengan Amir," paparnya.

Menariknya, dari catatan dosen di Binus University Malang ini, Malang justru menjadi kantong-kantong suara bagi PKI di Pemilu 1955. Roda partai berhasil menggerakkan kaum buruh dari pabrik gula, buruh transportasi, dan buruh lainnya untuk bergerak. Bahkan PKI pernah menjadi partai politik dengan mengumpulkan massa hingga mencapai 200.000 orang.

"Tidak heran kalau suara PKI di Malang di tahun 55 cukup besar dan diperhitungkan. Soal bertemunya Masyumi dan PKI rapat akbar di Alun-alun Kota Malang itu jadi salah satu pertemuan akrab yang luar biasa besar. Padahal antara Masyumi dan PKI terjadi gesekan luar biasa besar saat itu," jelas dosen sejarah ini.

Pascaperistiwa berdarah di 30 September 1965, banyak simpatisan PKI di Malang yang juga turut menjadi korban. Mereka yang dituduh komunis dan dicap terlibat peristiwa 30 September 1965, langsung dijatuhi hukuman.

"Di Malang pasca gerakan 30 September kemudian ada banyak orang-orang yang dituduh komunis dan dicap terlibat 30 September, kemudian dieksekusi dan diasingkan ke Pulau Buru (Ambon, Maluku)," terangnya.

Editor : Rizky Agustian

Halaman : 1 2 3

Follow Berita iNewsJatim di Google News

Bagikan Artikel: