Ospek Mahasiswa Baru Jadi Sorotan karena Perpeloncoan, Ini Sikap Unesa

Ihya Ulumuddin ยท Selasa, 15 September 2020 - 20:08 WIB
Ospek Mahasiswa Baru Jadi Sorotan karena Perpeloncoan, Ini Sikap Unesa
Mahasiswi Unesa yang diduga menjadi korban perpeloncoan senior saat ospek. (Foto: Istimewa)

SURABAYA, iNews.id – Kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru (PKKMB) atau ospek Universitas Negeri Surabaya (Unesa) Surabaya menjadi sorotan. Pasalnya, orientasi mahasiswa baru yang digelar secara daring tersebut mengandung unsur perpeloncoan.

Berdasarkan potongan video yang beredar di media sosial pada Senin (14/9/2020) malam, seorang mahasiswi berjilbab dibentak tiga orang seniornya karena tidak menggunakan ikat pinggang.

Bentakan itu pun membuat mahasiswi ketakutan. Dalam rekaman video tersebut, bahkan terdengar mahasiswi memohon maaf. Setelah itu, dia mencoba menunjukkan ikat pinggang. Namun, seniornya berkata tidak melihatnya.

“Ikat pinggang diperlihatkan, ga dibaca tata tertibnya?” ujar salah seorang senior perempuan.

Atas kasus ini pihak Unesa langsung melakukan evaluasi. Ketua Satuan Kehumasan Unesa, Vinda Maya Setianingrum menyatakan pihaknya akan menyelesaikan secara internal terkait viralnya video ospek tersebut.

Vinda mengakui bahwa video ospek yang viral tersebut merupakan salah satu rangkaian PPKMB yang dilakukan di Unesa.

“Kami melakukan koordinasi dengan pihak terkait dan pimpinan. Kami sudah mengidentifikasi seperti apa kronologinya. Itu memang video PKKMB mahasiswa kami Rabu (9/9/2020) lalu yang diadakan di fakultas masing-masing,” katanya.

Vinda mengungkapkan PKKMB secara resmi dibuka pada Senin (7/9/2020). Kemudian dilaksanakan oleh tujuh fakultas secara daring.

“Yang viral ini fakultas ilmu pendidikan. Kami baru tahu setelah viral karena tujuh fakultas ini melakukan PKKMB daring. Jadi kami memang tidak bisa melakukan pengawasan secara detail,” ujarnya.

Vinda menyatakan tindakan yang ditempuh yakni penyelesaian secara internal. Sebab, aktivitas tersebut dilakukan mahasiswa di lingkup kampus. “Kami sepakat sebagai institusi pendidikan tidak mengizinkan adanya kekerasan. Kami juga sangat menyayangkan adanya kekerasan baik langsung ataupun daring,” katanya.

Pihaknya berjanji akan menindaklanjuti kejadian tersebut dan segera memanggil para mahasiswa tersebut. “Akan kami tindaklanjuti dengan pemanggilan para pihak untuk mengetahui kronologinya. Karena setiap fakultas punya aturan masing-masing,” katanya.


Editor : Ihya Ulumuddin