Bawa Kabur Handphone dan Uang Siswa, Guru Gadungan di Ponorogo Dibekuk

Ahmad Subekhi ยท Selasa, 15 September 2020 - 16:52 WIB
Bawa Kabur Handphone dan Uang Siswa, Guru Gadungan di Ponorogo Dibekuk
Guru gadungan di Ponorogo diinterogasi polisi usai bawa kabur handphone dan uang siswa SMP. (Foto: iNews/Ahmad Subekhi)

PONOROGO, iNews.id – Seorang laki-laki pengangguran di Ponorogo, Jawa Timur (Jatim) ditangkap polisi karena mengaku sebagai guru olah raga SMP dan membawa kabur handphone serta uang milik siswa. Pelaku memanfaatkan ketidaktahuan siswa baru dan juga pembelajaran daring.

Eko Setiawan, warga Desa Polorejo, Kecamatan Babadan, Ponorogo ini diamankan petugas Polsek Kota. Pelaku ditangkap atas laporan orang tua siswa yang menjadi korban.

Modus kejahatan pelaku tergolong baru. Awalnya pelaku berhasil berkenalan dengan seorang siswa baru SMPN 3 Ponorogo. Dari siswa ini, pelaku berhasil memperoleh nomor handpohone 20 rekan yang lain yang masih satu kelas.

Guru gadungan tersebut lantas mengirim pesan kepada siswa-siswa baru dan memperkenalkan diri sebagai guru olah raga yang baru. Para siswa yang semuanya baru, percaya lantaran belum pernah masuk sekolah dan belum bertemu guru olah raga yang asli.

Eko lantas memberi tugas kepada para murid secara terpisah. Satu hari untuk satu siswa.

“Korban saya suruh datang ke stadion untuk olah raga lari mengelilingi lapangan,” katanya.

Saat siswa lari inilah, pelaku mengambil tas berisi uang, handphone dan barang milik korban. Selanjutnya pelaku kabur.

Hari berikutnya, pelaku melakukan aksi serupa. Namun ternyata korban pertama sudah lapor ke polisi. Saat hendak memperdaya korban kedua, pelaku ditangkap oleh guru dan polisi.

Sementara Kapolsek Ponorogo, AKP Haryo Kusbintoro mengatakan, jumlah korban yang kehilangan handphone dan uang berjumlah satu orang. “Yang sudah menyerahkan barangnya hanya satu siswa,” katanya.

Atas perbuatannya, pelaku ditangkap dan ditahan di Mapolsek Ponorogo. Pelaku dijerat dengan Pasal 362 KUHP dengan ancaman hukuman maksimal 5 tahun penjara.


Editor : Umaya Khusniah