Oknum Guru SD di Probolinggo Cabuli Murid Selama 2 Tahun sejak Korban Kelas IV

Hana Purwadi ยท Jumat, 17 Januari 2020 - 18:02 WIB
Oknum Guru SD di Probolinggo Cabuli Murid Selama 2 Tahun sejak Korban Kelas IV
AY (35), oknum guru SD, yang mencabuli murid sejak dua tahun lalu tengah diperiksa polisi. (Foto: iNews/Hana Puerwadi)

PROBOLINGGO, iNews.id - Oknum guru sekolah dasar negeri (SDN) di Kecamatan Paiton, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur (Jatim), tega mencabuli murid sendiri. Aksi bejat pelaku terbongkar setelah guru lain yang curiga melihat korban selalu murung.

AY (35) warga Kecamatan Paiton, Kabupaten Probolinggo, ditangkap petugas dari Unit (Perlindungan Perempuan dan Anak) PPA Polres Probolinggo, Jumat (17/1/2020) siang karena mencabuli anak didik yang masih berumur 13 tahun.

Kepada polisi, pelaku mengaku aksi pencabulan tersebut dilakukan sejak korban duduk di kelas IV atau selama dua tahun. Pencabulan dilakukan saat ruang kelas kosong dan jam istirahat.

Setelah korban kelas VI, aksi pelaku semakin menggila dengan berlanjut ke pemerkosaan hingga empat kali.

BACA JUGA: Kakek di Bali Cabuli Gadis di Bawah Umur Bermodal Uang Rp100 Ribu

Meski mengaku khilaf, pelaku mengaku perbuatan tersebut dilakukan tidak dengan paksaan. Pemerkosaan terakhir dilakukan pelaku Selasa (7/1/2020).

“Saya kenal korban saat masih kelas IV dan saya jadi wali kelas,” katanya.

Aksi biadab guru yang berstatus honorer ini terbongkar setelah ada kecurigaan guru lain yang melihat perkembangan korban yang tidak layak dan terlihat murung.

Berkat pendekatan yang baik, korban akhirnya mengaku kalau dicabuli dan diperkosa guru mata pelajaran Ilmu Pengetauhan Alam (IPA). Mendengar pengakuan korban, guru tersebut melaporkan kepada orang tua korban yang selanjutnya melapor ke polisi.

BACA JUGA: Ayah di Tasikmalaya Tega Perkosa Anak Kandung sampai Hamil

Kanit PPA Polres Probolinggo, Bripka Isyana Reni Antasari mengatakan awalnya pelaku hanya berbuat cabul, namun saat korban kelas VI, pelaku mulai berhubungan badan.

“Saat korban istirahat, pelaku membujuk rayu korban hingga mau. Pencabulan dilakukan di ruang kelas yang kosong,” katanya.

Dari hasil pemeriksaan, organ vital korban sobek. Akibat perbuatannya, pelaku diancam dengan pasal 76d UU RI nomor 35 tahun 2014 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman hukuman lima tahun penjara.


Editor : Umaya Khusniah