Ngantor Pascagempa Malang, Anggota DPRD Blitar Masih Takut-Takut 

Solichan Arif · Senin, 12 April 2021 - 12:54:00 WIB
Ngantor Pascagempa Malang, Anggota DPRD Blitar Masih Takut-Takut 
Sejumlah bangunan DPRD Kabupaten Blitar yang rusak setelah diguncang gempa bumi berpusat di Kabupaten Malang, Sabtu (10/4/2021). (Foto: SINDOnews/Solichan Arif) 

BLITAR, iNews.id - Gempa bumi Magnitudo 6,1 berpusat di Kabupaten Malang, Jawa Timur (Jatim), mengakibatkan ruang sidang Gedung DPRD Kabupaten Blitar berantakan. Para anggota legislatif serta pegawai yang bekerja hari ini pun terlihat masih waswas dan takut-takut bekerja.

Anggota legislatif dari Partai Gerindra, Wasis Kunto Atmojo mengatakan, para anggota legislatif serta bagian sekretariat memang sudah beraktivitas seperti biasa. Mereka menempati ruangan yang dinilai aman. Puing-puing bangunan yang terdampak sudah dibersihkan. 

Kendati demikian, banyak anggota DPRD dan pegawai yang mengeluh mengaku merasa khawatir dan masih takut. Hal itu mengingat tidak sedikit bangunan gedung dewan dalam kondisi retak-retak.

"Terutama lantai dua banyak yang retak. Kami tetap khawatir dengan kualitas bangunan," tutur Wasis, Senin (12/4/2021).

Gedung DPRD Kabupaten Blitar tergolong bangunan baru. Gedung dengan dua lantai tersebut, baru dioperasionalkan pada tahun 2014. Pembangunan gedung seiring dengan pemindahan ibu kota Kabupaten Blitar ke wilayah Kecamatan Kanigoro itu menelan anggaran sekitar Rp44 miliar. 

Saat gempa yang berpusat di Kabupaten Malang Sabtu (10/4/2021) pukul 14.00 WIB mengguncang, sejumlah bagian gedung DPRD rontok, terutama Ruang Graha Paripurna. Bagian atas ruangan ambrol. Plafon jebol akibat tertimpa genting serta puing patahan kerangka baja ringan. 

Kerusakan pada bagian atas juga terjadi di ruangan lain. Guncangan gempa mengakibatkan retakan pada sejumlah dinding bangunan. Sementara ruang komisi, yakni tempat para Komisi DPRD bekerja, relatif masih bisa ditempati. Di ruangan tersebut, tidak ada kerusakan. 

"Tapi tetap ada perasaan tidak aman. Apalagi kalau sampai terjadi gempa susulan," kata Wasis yang merupakan anggota Komisi I. 

Wasis meminta setelah pembersihan puing-puing yang berasal dari bangunan yang rusak, Pemkab Blitar juga segera merenovasi bangunan. Pemkab perlu membongkar bangunan yang dinilai membahayakan, terutama dinding tembok yang saat ini dalam kondisi retak-retak. 

"Tentu kami akan mengusulkan renovasi sekaligus membongkar bangunan yang dinilai tidak aman," kata Wasis. 

Editor : Maria Christina

Halaman : 1 2