Ngaku Pejabat Perusahaan, Pria di Mojokerto Tipu Warga Ratusan Juta

Tritus Julan · Rabu, 28 April 2021 - 20:08:00 WIB
Ngaku Pejabat Perusahaan, Pria di Mojokerto Tipu Warga Ratusan Juta
Kasat Reskrim Polresta Mojokerto Iptu Hari Siswanto saat memberikan keterangan pers, Rabu (28/4/2021). (Foto: Sindonews/Tritus Julan).

MOJOKERTO, iNews.id - Polres Mojokerto meringkus Slamet, warga Desa/Kecamatan Kemlagi, Kabupaten Mojokerto. Laki-laki berusia 49 tahun itu ditangkap setelah terbongkar melakukan penipuan terhadap puluhan warga untuk dipekerjakan di sebuah perusahaan ternama. 

Modusnya, pelaku mengaku sebagai pejabat tinggi di sebuah perusahaan dan menawarkan pekerjaan kepada warga. Syaratanya, mereka harus membayarkan sejumlah uang untuk biaya pendaftaran.

Namun, kedok Slamet akhirnya terbongkar. Sebab, pekerjaan yang dijanjikan tidak kunjung ada. Slamet pun dilaporkan polisi dan ditangkap. 

Kasat Reskrim Polresta Mojokerto Iptu Hari Siswanto mengatakan, ada sebanyak 31 orang yang sudah menjadi korban dari aksi penipuan yang dilakukan Slamet. Modus yang digunakan yakni mengaku sebagai pejabat penting di sebuah perusahaan. Dengan alasan itu ia kemudian menawarkan lowongan pekerjaan kepada para korbannya.

"Pelaku mengaku sebagai kepala bagian teknis di PT Adi Karya yang mana perusahaan tersebut menaungi PT Ajinomoto. Kepada para korbannya pelaku ini mengaku bisa memasukan kerja di perusahaan tersebut," kata Siswanto, Rabu (28/4/2021).

Hari mengungkapkan, aksi penipuan ini dilakukan Slamet sejak 15 Desember 2019 lalu. Ketika itu ia menawarkan jasa lowongan kerja fiktif kepada salah satu rekannya warga Kecamatan Kemlagi, Kabupaten Mojokerto. Dengan dalih membesarkan perusahaan, ia meminjam uang sebesar Rp74 juta.

"Untuk lebih menyakinkan korbannya, pelaku juga menjanjikan akan menjadikan manager di CV yang akan didirikan," ujarnya. 

Saat itu, Slamet mengatakan jika membutuhkan sebanyak 300 orang karyawan. Namun, kepada korban Slamet meminta agar dicarikan sebanyak 31 orang. 

Karena janji tersebut korban pun bertekad dan berhasil mengumpulkan 31 orang. Masing-masing dari mereka juga membayar biaya awal masuk perusahaan kepada pelaku yang totalnya mencapai Rp108 juta.

Editor : Ihya Ulumuddin

Halaman : 1 2