Nama Anak Terpanjang di Tuban Jawa Timur, Akta Tak Bisa Diproses karena Kolom Tak Cukup
SURABAYA, iNews.id - Nama anak terpanjang di Tuban Jawa Timur (Jatim) sempat membuat geger warga dan pejabat kementerian dalam negeri. Pasalnya, jumlah kata yang disematkan pada anak tersebut mencapai 19 kata atau 115 huruf.
Nama itu yakni Rangga Madhipa Sutra Jiwa Cordosega Akre Askhala Mughal Ilkhanat Akbar Sahara Pi-Thariq Ziyad Syaifudin Quthuz Khoshala Sura Talenta. Bocah tersebut lahir pada 6 Januari 2019, sehingga usianya kini sudah lebih dari tiga tahun.
Dengan nama itu, menjadikan nama putra pasangan suami istri Arif Akbar dan Suci Nur Aisiyah, warga Ngunjuran, Kecamatan Bancar itu sebagai yang terpanjang di Indonesia. Nama ini juga mengalahkan remaja asal Jawa tengah dengan 17 kata, yakni Aiwinur Siti Diah Ayu Mega Ningrum Dwi Pangestuti Lestasi Endang Pamikasih Sri Kumala Sari Dewi Puspita Anggraini.
Ayah sang anak Arif Akbar mengatakan, nama panjang tersebut merupakan pemberian sang paman, Mujoko Sahid. Harapannya agar bocah tersebut memiliki nalar dan selalu berpikir panjang sebagaimana namanya.
Dia menjelaskan, pemberian nama panjang tersebut berangkat dari tekad dan harapan agar kelak anaknya bisa berpikir dengan sumbu dan nalar panjang. Tidak mudah diracuni berita hoaks dan bisa menganalisis masalah dengan pemikiran jernih yang panjang sepanjang namanya.
Bahkan kata sang ayah, harapannya kelak sang anak bisa menjadi suri tauladan dan inspirasi generasi di masanya nanti, yaitu, mengabdi dan mencintai persada nusantara ini. "Anak itu kebanggaan keluarga kami, menjadi mimpi dan harapan kami," tuturnya.
Semetara itu, paman bocah tersebut, Mujoko Sahid, menginginkan agar keponakannya, Cordo nanti bisa mewakili generasi di zamannya, agar menjadi generasi yang tidak bersumbu pendek. Harapan itu dilatarbelakangi pada situasi politik yang panas di negeri ini pada 2019 lalu.
"Banyak sekali berita hoaks saat itu. Makanya pas bayi ini lahir, kami diskusi dengan ayahnya dan memberikan nama itu. Mudah-mudahan kelak anak ini bisa berpikir panjang seperti namanya. Saya ingin anak ini mewakili zamannya," katanya.
Editor: Ihya Ulumuddin