Minta Risma Mundur dari Wali Kota, Golkar: Jangan Buat Malu Rakyat Surabaya 

Ihya Ulumuddin · Kamis, 24 Desember 2020 - 10:36:00 WIB
Minta Risma Mundur dari Wali Kota, Golkar: Jangan Buat Malu Rakyat Surabaya 
Ketua DPC Partai Golkar Kota Surabaya Arif Fathoni. (istimewa)

SURABAYA, iNews.id – Jabatan rangkap Tri Rismaharini sebagai menteri sosial dan wali kota Surabaya terus menjadi sorotan. Fraksi Partai Golkar DPRD Kota Surabaya misalnya, menilai hal itu sebagai seuatu yang tidak pantas. 

“Bu Risma sudah diberi kehormatan oleh Presiden Jokowi sebagai menteri. Lalu apa lagi yang dipetahankan. Maka, sebaiknya Bu Risma mengundurkan diri sebagai wali kota agar bisa fokus bekerja,” kata Ketua Fraksi Partai Golkar DPRD Kota Surabaya Arif Fathoni, Kamis (24/12/2020). 

Menurut Fathoni, menjadi menteri berbeda dengan wali kota. Sebab yang diurusi bukan 3 juta orang saja, tetapi masyarakat seluruh Indonesia. Karena itu, butuh konsentrasi penuh seorang pimpinan. “Jangan sampai memalukan rakyat Surabaya,” kata Ketua DPC Partai Golkar Surabaya ini. 

Fathoni mengatakan, jabatan Risma di Surabaya tinggal tersisa dua bulan. Maka, biarkan posisi tersebut diisi Wakil Wali Kota Surabaya Whisnu Sakti Buana sebagai pelaksana tugas (plt). 

“Kalau ukuran program, APBD 2021 sudah disahkan. Tidak mungkin plt bisa mengubah. Jadi, sebaiknya Bu Risma mundur dan fokus pada tugas kehormatan yang diberikan presiden,” katanya kepada iNews.id. 

Apalagi, citra Kementerian Sosial (Kemensos) saat ini telah merosot pascapengungkapan kasus korupsi oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). “Citra Kemensos telah terdowngrade. Menjadi tugas berat Risma untuk mengembalikan citra baik itu, sehingga dibutuhkan konsentrasi penuh,” ujarnya. 

Desakan Fathoni ini disampaikan karena hingga saat ini belum ada surat pengunduran diri Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini ke DPRD Kota Surabaya. Sementara Risma sudah resmi bertugas sebagai menteri pascapelantikan kemarin. 

Gubernur Nurdin Abdullah melepas jenazah Bupati Luwu Timur Thoriq Husler. (Foto: Antara).

“Secara konstitusi memang bisa mundur atau diberhentikan oleh mendagri. Namun, bagi kami akan lebih elegan bila mengundurkan diri. Jabatan tinggal dua bulan, program juga sudah selesai. Apalagi yang dipertahankan,” katanya. 

Diketahui, Tri Rismaharini telah dilantik Presiden Jokowi sebagai menteri sosial, Rabu (23/12/2020) kemarin. Namun, hingga saat ini Risma juga masih menjabat sebagai wali Kota Surabaya. Rangkap jabatan inilah yang menjadi sorotan publik. 

Editor : Ihya Ulumuddin