Mengenal Juru Jalir, Petugas Pemungut Pajak Pelacuran di Masa Raja Airlangga

Avirista Midaada ยท Selasa, 05 Juli 2022 - 08:00:00 WIB
Mengenal Juru Jalir, Petugas Pemungut Pajak Pelacuran di Masa Raja Airlangga
Raja Airlangga pendiri Kerajaan Kahuripan di Jawa Timur. (Foto : Ist)

SURABAYA, iNews.id - Raja Airlangga di Kerajaan Kahuripan dikisahkan mengelola sejumlah hasil pendapatan dari warganya. Seluruh objek pajak itu ditarik oleh kelompok di luar struktur birokrasi pemerintahan. 

Konon, kelompok yang bernama manilala drwyahaji sangat dekat dengan lingkungan kehidupan raja dan keluarganya, sebagimana disebut pada prasasti bahwa mereka merupakan wargga ri jro (warga keraton). 

Sebagaimana dikutip dari buku "Airlangga Biografi Raja Pembaru Jawa XI" dari Ninie Susanti, kelompok ini lebih sesuai dengan orang-orang yang digaji oleh raja untuk melakukan dan mengawasi usaha perdagangan yang dilakukan atas nama raja. 

Namun tak diketahui secara jelas tugas dan fungsi kelompok manilala drwyahaji ini. Tetapi yang jelas pada masa pemerintahan Raja Airlangga, kelompok manilala drywyahaji berjumlah 169 orang. 

Beberapa di antaranya petugas pemungut pajak ini ada yang bertugas untuk mencatat luas tanah. Tanah-tanah itu kemudian akan dikenakan pajaknya yang disetorkan untuk kas kerajaan, petugas ini diistilahkan sebagai wilan thani. 

Di antara mereka juga terdapat petugas yang mengurusi pajak pelacuran atau tempat prostitusi. Petugas itu disebut juru jalir, yang tugasnya rutin mengumpulkan pajak-pajak dari tempat prostitusi yang ada di wilayah Kerajaan Kahuripan.

Editor : Ihya Ulumuddin

Halaman : 1 2

Bagikan Artikel: