Mbah Harjo asal Blitar Disebut Manusia Tertua di Indonesia

Robby Ridwan ยท Sabtu, 03 Maret 2018 - 16:52 WIB
Mbah Harjo asal Blitar Disebut Manusia Tertua di Indonesia
Mbah Harjo Gentelot, asal Blitar, Jawa Timur, disebut-sebut sebagai pria tertua di Indonesia. (Foto: iNews/Robby Ridwan)

BLITAR, iNews.id – Seorang pria asal Kabupaten Blitar, Jawa Timur (Jatim), diklaim sebagai pria tertua di Indonesia, bahkan di dunia. Pria tersebut diperkirakan lahir pada tahun 1800-an. Meski berusia hampir dua abad, kondisi Mbah Harjo Suwito alias Mbah Harjo Gentelot ini masih sehat dan dapat berkomunikasi dengan baik.

Mbah Harjo Suwito alias Mbah Harjo Gentelot, warga Desa Gadungan Kecamatan Gandusari, Kabupaten Blitar, akhir-akhir ini ramai diperbincangkan di media sosial karena disebutkan berusia kurang lebih 200 tahun. Dia tinggal di rumah yang sangat sederhana, berukuran tiga kali enam meter dan berdinding bambu. Sementara atapnya terbuat dari anyaman daun tebu dan hanya berlantaikan tanah.

Rumah Mbah Harjo berada di tengah-tengah hutan dan berdekatan dengan Situs Wringin Branjang. Mbah Harjo saat ini tinggal dengan anaknya.

Saat ditemui, Mbah Harjo mengaku tidak tahu pasti tahun kelahirannya. Yang dia ingat hanya lahirnya hari Selasa kliwon. Dia juga mengetahui tentang Gunung Kelud yang meletus sebanyak enam kali. dari tahun 1901, disusul pada 1918, 1951, 1965, 1990, dan terakhir 2014. Saat tentara Jepang menjajah Indonesia pertama kali, dia mengaku sudah tua dan mempunyai istri enam serta mempunyai banyak anak.

“Saya sudah mengetahui Gunung Kelud meletus sebanyak enam kali. Dibandingkan sama Pak Karno (Presiden Pertama Indonesia Soekarno yang lahir pada 6 Juni 1901), lebih tua saya,” kata Mbah Harjo berbahasa Jawa saat ditemui di rumahnya, Jumat (2/3/2018).

Sementara Kepala Desa Gadungan Widodo mengatakan, sesuai dengan data yang tercantum di pihaknya, Mbah Harjo baru lahir pada 1 Juli 1925. Namun, dia tidak yakin dengan data atau dokumen tersebut. Sebab, jika dibandingkan, Mbah Harjo lebih tua dari kakeknya yang lahir pada tahun 1918. Dia memperkirakan Mbah Harjo Gentelot lahir pada tahun 1800-an.

“Berdasarkan data-data riwayat orang tua di sana, yang seangkatan atau sebaya Mbah Harjo itu rata-rata sudah meninggal dan kelahirannya sekitar tahun 1900-an. Seperti mbah saya yang usianya kelahiran 1918 manggil Mbah Harjo itu kang. Berarti kan masih tuaan Mbah Harjo,” kata Widodo.

Saat ini, dari enam istri Mbah Harjo Gentelot, hanya tersisa satu, yakni istri yang terakhir. Sementara lima istri lainnya sudah meninggal. Terkait usia Mbah Harjo Gentelot yang disebut-sebut berusia 200 tahun, saat ini belum ada yang bisa memastikannya.


Editor : Maria Christina