Massa NU Tagih Polres Pamekasan Usut Pelaku Pelecehan Terhadap Kiai

Dedy Priyanto ยท Jumat, 09 Oktober 2020 - 22:40:00 WIB
Massa NU Tagih Polres Pamekasan Usut Pelaku Pelecehan Terhadap Kiai
Ribuan warga NU berunjuk rasa di depan Polres Pamekasan, Jumat (9/10/2020). (iNews.id/Dedy Priyatno)

PAMEKASAN, iNews.id - Ribuan warga Nahdlatul Ulama (NU) mengepung Polres Pameksan, Jumat (9/10/2020). Mereka menagih janji kapolres Pamekasan untuk menangkap pemilik akun Facebook Muhammad Izzul.

Akun tersebut mengunggah foto dan tulisan yang ditujukan kepada Ketua PCNU Pamekasan, KH Taufiq Hasyim, sebagai antek Partai Komunis Indonesia (PKI).

Aksi serupa sudah digelar oleh warga Nahdliyin di Polres Pamekasan, pada pekan sebelumnya. Saat itu Kapolres Pamekasan AKBP Afif Iskandar berjanji akan segera menuntaskan kasus ujaran kebencian tersebut.

Namun, setelah menunggu selama lima hari, ternyata belum ada kepastian terkait penanganan kasus ujaran kebencian ini. Karena itu, ribuan warga NU kembali mendatang mapolres untuk menagih janji.

Ribuan orang ini tertahan oleh barikade polisi yang telah mengadang massa sejauh 100 meter sebelum memasuki Markas Polres Pamekasan. Namun, mereka berhasil menjebol pagar betis polisi dan menggelar orasi.

Kasatreskrim Polres Pamekasan, AKP Adi Putranto mengatakan, kasus ujaran kebencian tersebut telah dilimpahkan ke Polda Jatim. “Kasusnya ditangani Polda Jatim, karena di sana ada tim kriminal siber,” ujarnya.

Ribuan warga Nahdliyin akhirnya membubarkan diri setelah para ulama NU memberikan jaminan bahwa Polres Pamekasan akan mengungkap dan menangkap pelaku ujaran kebencian tersebut.

Diketahui Massa Nahdlatul Ulama (NU) mendatangi Polres Pamekasan, Minggu (4/10/2020) lalu. Mereka mendesak aparat kepolisian untuk mengusut tuntas kasus dugaan pelecehan terhadap Ketua PCNU Pamekasan KH Taufik Hasyim.

Informasi yang dihimpun, akun Facebook Muhammad Izzul menyebut Kiai Taufik sebagai antek Partai Komunis Indonesia (PKI). Status tersebut ditulis lengkap dengan foto Kiai Taufik bersama pengurus dan tokoh NU lainnya.


Editor : Ihya Ulumuddin