Makam Desanya Terendam, Korban Banjir Ini Dimakamkan di Desa Lain
TUBAN, iNews.id - Warga korban banjir akibat luapan Sungai Bengawan Solo di Tuban, Jawa Timur, meninggal dunia di lokasi banjir. Duka keluarga pun bertambah, pasalnya makam desa setempat terendam banjir. Karena makam tidak bisa digunakan, korban banjir akhirnya dimakamkan di desa tetangga, di dataran tinggi Perbukitan Kapur, dengan jarak sekitar tujuh kilometer dari rumah duka.
Suasana duka menyelimuti rumah keluarga Sumani, warga Desa Karang Tinoto, Kecamatan Rengel, Kabupaten Tuban, Jawa Timur, Rabu (14/3/2018) siang. Sumani adalah korban banjir yang meninggal dunia karena sakit. Parahnya rumah korban ini tengah terendam banjir, akibat luapan Sungai Bengawan Solo.
Keluarga korban pun kebingunan saat akan memakamkan jenazah korban. Pasalnya, makam desa setempat terendam banjir. Akhirnya, jenazah korban dimakamkan di lokasi makam desa tetangga, yaitu di Dusun Lohgawe, Desa Sawahan, Kecamatan Rengel, Kabupaten Tuban. Makam itu berjarak tujuh kilometer dari lokasi rumah korban yang sedang terendam banjir.
Untuk mengangkut jenazah korban dari rumah duka menuju makam di Desa Sawahan, keluarga terpaksa menggunakan kendaraan truk milik Badan Penanggulangan Bencana (BPBD) Kabupaten Tuban. Lantaran mobil ambulans tidak bisa masuk ke lokasi banjir.
Truk yang mengangkut jenazah terpaksa menerjang banjir, karena jalan desa menuju makam masih terendam banjir dengan ketinggian 30 sentimeter. “Ya ini masih kebanjiran, terpaksa dipindah ke makam desa lain. Pemakaman terganggu, proses pengurusan jenazah juga terganggu karena banjir. Ya terpaksa juga tadi jenazah dibawa pakai truk. Ambulans tidak bisa masuk,” kata Hariyadi, salah seorang warga setempat.
Korban adalah korban banjir yang wilayahnya terendam akibat luapan Sungai Bengawan Solo. Sudah dua hari ini banjir merendam wilayah Desa Karangtinoto, dan wilayah desa-desa lain, di bantaran sungai terpanjang di Pulau Jawa itu.
“Ini kami makamkan di makam desa lain karena makam desa terendam. Tadi kami dapat instruksi dari Pak Camat untuk mengantar jenazah ke pemakaman di desa ini,” kata Musa, anggota tim SAR BPBD Tuban.
Akibat banjir ini, aktivitas pemakaman korban menjadi terganggu. Selain itu, aktivitas warga lain sehari-hari juga terganggu. Banjir akibat luapan Sungai Bengawan Solo di Tuban, Jawa Timur ini saat ini sudah memasuki siaga merah. Akibat masih meningkatnya banjir kiriman dari wilayah hulu sungai.
Editor: Himas Puspito Putra