Larangan Mudik Diterapkan, Penumpang di Terminal Purabaya Terus Berdatangan

Pramono Putra ยท Jumat, 24 April 2020 - 14:29 WIB
Larangan Mudik Diterapkan, Penumpang  di Terminal Purabaya Terus Berdatangan
Penumpang bus di Terminal Purabaya jalani pemeriksaan suhu tubuh. (Foto: iNews/Pramono Putra)

SIDOARJO, iNews.idPemudik yang berasal dari luar Sidoarjo, Jawa Timur (Jatim) terus berdatangan pada hari pertama larangan mudik, Jumat (24/4/2020). Mereka mengaku siap dengan konsekuensi mudik yakni diisolasi selama 14 hari sebelum menuju rumah masing-masing.

Seperti terpantau di Terminal Purabaya, Surabaya, Jumat (24/4/2020) pagi. Meski terpantau tidak terlalu banyak, pemudik ini datang dari banyak zona merah seperti Tangerang, Banten; Bandung, Jawa Barat, hingga Semarang, Jawa Tengah.

Petugas gabungan yang terdiri atas TNI-Polri dan Dinas Perhubungan makin memperketat pengawasan. Semua pemudik ini wajib menunjukkan kartu identitas dan diperiksa suhu tubuh. Selanjutnya, mereka wajib menjalani penyemprotan desinfektan dalam bilik khusus di area terminal.

Salah satu pemudik, Teguh, mengaku bekerja di Tangerang, Banten dan hendak mudik ke kampung halaman di Jember. Dia mengaku, nekat mudik ke kampung halaman karena masa kerja di luar daerah sudah habis.

“Tidak apa-apa kalau harus diisolasi, saya siap,” katanya.

Sementara itu Kepala Unit Terminal Purabaya, Imam Hidayat mengatakan pada penerapan larangan mudik hari pertama, sebanyak 77 persen armada bis reguler kini telah dikandangkan. Hal ini menyusul jumlah pengguna armada yang menurun tajam.

“Terminal Purabaya kini sepi, namun demikian pengawasan akan kami perketat. Penumpang yang tidak mengenakan masker, kami minta untuk membeli masker atau harus kembali pulang,” katanya.


Editor : Umaya Khusniah