Kronologi Wisatawan Asal Malang Hilang di Gunung Bromo, Pamit Pulang Duluan

Avirista Midaada · Senin, 20 Juni 2022 - 17:05:00 WIB
Kronologi Wisatawan Asal Malang Hilang di Gunung Bromo, Pamit Pulang Duluan
Wisatawan terlihat sedang menikmati suasana di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru, Jawa Timur dari atas jeep. (Foto: Antara/Vicki Febrianto)

MALANG, iNews.id - Seorang wisatawan diduga hilang di kawasan Gunung Bromo melalui jalur Kabupaten Pasuruan. Wisatawan bernama Roni Nur Efendi (20) pelajar SMA asal Wendit Timur, Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang itu rencananya menjalani wisuda. 

Saat ini, tim SAR gabungan masih mencari keberadaan korban. Tim SAR hanya menemukan pakaian dan motor korban. 

Kepala Sub Bagian Data Evaluasi Pelaporan dan Humas Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) Sarif Hidayat menuturkan, pihaknya sudah melakukan pencarian melibatkan tim gabungan dari unsur kepolisian, TNI serta relawan. 

"Masih dilakukan penggalian informasi data serta pencarian oleh pihak TNBTS melibatkan potensi lokal, BPBD dan potensi SAR lainnya. Pencarian masih seputar penemuan awal di kawasan Pusung Duwur," ucap Sarif, Senin (20/6/2022).

Sarif menambahkan, sesuai laporan yang diterima survivor berangkat menuju kawasan taman nasional bersama tujuh temannya. Tujuan awal adalah Penanjakan yang kemudian diteruskan ke kawasan laut pasir Gunung Bromo. 

"Kemudian survivor pamit memisahkan diri untuk pulang duluan, tapi kemudian kirim pesan lewat WhatsApp ke rekannya ada trouble. Dari situ kemudian lost kontak sampai sekarang," katanya.

Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Malang, Sadono Irawan mengaku telah menerima laporan dari keluarga terkait dugaan hilangnya korban di kawasan Gunung Bromo. 

"Iya benar kami terima laporan itu dan sudah kami koordinasikan dengan TNBTS serta kepolisian. Karena lokasi hilang diduga di wilayah Pasuruan," kata Sadono Irawan.

Paman korban, Muliadi mengungkapkan, awalnya korban yang berangkat bersama keenam lainnya berangkat menuju Gunung Bromo pada Sabtu 18 Juni 2022 pukul 22.00 WIB melalui Nongkojajar, Pasuruan. 

Korban mengendarai sepeda motor seorang diri, sedangkan enam orang temannya saling berboncengan sepeda motor.

"Berangkat bersama tujuh temannya hari Sabtu pukul 10 malam, yang enam berboncengan. Untuk korban sendirian pakai motor," ucap Muliadi.

Editor : Kastolani Marzuki

Halaman : 1 2

Bagikan Artikel: