Kronologi Teror di Sekolah Sepak Bola Aji Santoso usai Arema Kalah dari Persebaya 

Avirista Midaada · Kamis, 24 Februari 2022 - 15:03:00 WIB
Kronologi Teror di Sekolah Sepak Bola Aji Santoso usai Arema Kalah dari Persebaya 
Petugas jaga menunjukkan bekas lemparan botol miras berisi cat sesaat setelah Arema FC kalah dari Persebaya, Kamis (24/2/2022). (Foto: MPI/Avirista Midaada).

MALANG, iNews.id - Selain vandalisme, berbagai bentuk teror lain juga dilakukan oknum suporter Aremania di sekolah sepak bola milik Aji Santoso di Malang. Teror itu dilancarkan setelah Arema FC kalah dari Persebaya Surabaya dalam lanjutan Liga 1. 

Berdasakan pengakuan petugas jaga, pada Kamis dini hari terjadi pelemparan botol minuman keras anggur merah yang diisi cat abu-abu ke pos sekuriti ASIFA. Tampak di pos sekuriti ASIFA terlihat bekas tumpahan cat berwarna abu-abu di dinding depan, lantai dalam pos, dan sebuah pengeras suara yang ada di dalam pos. 

Saksi mata Heriono menuturkan, aksi itu dilakukan oleh sejumlah pria tak dikenal dengan mengendarai sepeda motor sekitar pukul 04.30 WIB. Saat itu dia memang tengah berjaga di sif pagi sejak pukul 02.00 WIB, tiba-tiba datang lima sepeda motor dari utara. 

"Ada lima motor satu motor itu ngelempar botol kaca bekas miras diisi cat ke pos ini. Mereka nggak pakai atribut Arema. Botolnya pecah di lantai, catnya berhamburan," kata Heriono, Kamis (24/2/2022). 

Dirinya menerangkan, terduga pelaku pelemparan menggunakan masker dan helm langsung lari ke selatan dan putar balik. Sementara di pos yang sebelumnya ada dua orang yang berjaga berlarian menyelamatkan diri. 

"Waktu itu saya yang jaga di dalam pos, sama satu orang teman lagi. Untung botolnya nggak kena saya dan teman, cuma pecah di lantai catnya berhamburan. Semuanya selamat," katanya. 

Menurutnya, sebagai sesama warga Malang dan Aremania kalau memang yang melakukan serangkaian vandalisme dan pelemparan botol itu adalah oknum Aremania, ia sangat malu. Ia pribadi juga bagian dari orang Malang, warga sekitar sekolah sepakbola milik Aji Santoso, yang dipekerjakan. 

"Ya sangat disayangkan, saya itu orang Malang juga, asli Malang, tinggalnya di kampung dekat sini. Rasanya gimana ya, aneh saja kok sasarannya ke ASIFA itu kenapa," tuturnya. 

Sementara itu manajemen yang diwakili Admin Teknik ASIFA Malang Firman Setio Pratomo mengaku, resah, terkejut, dan sedih, pasca insiden teror ke ASIFA kembali terjadi. Pasalnya di tahun 2017 juga pernah terjadi saat itu Aji Santoso didemo Aremania karena performa buruk Arema tim yang dilatihnya. 

Editor : Ihya Ulumuddin

Halaman : 1 2

Bagikan Artikel: