Kronologi Bayi Tewas Dibuang Ibu di Sungai, Pelaku Sempat Telanjang

Mukhtar Bagus ยท Senin, 01 Juni 2020 - 21:45 WIB
Kronologi Bayi Tewas Dibuang Ibu di Sungai, Pelaku Sempat Telanjang
Petugas mengolah tempat kejadian perkara bayi yang tewas dibuang ibunya di sungai di Nganjuk, Jatim. (Foto: iNews/Mukhtar Bagus)

NGANJUK, iNews.id – Warga Kelurahan Werungotok, Kecamatan Kota, Kabupaten Nganjuk digegerkan dengan petistiwa bayi yang tewas akibat dibuang ibunya ke sungai, Senin (1/6/2020). Belum diketahui penyebab aksi nekat Agustin Dewi Rahayu membuang buah hatinya yang baru berusia satu minggu itu. Namun, dugaan sementara pelaku mengalami depresi lantaran bayinya rewel dan tak mau berhenti menangis.

Saksi mata, Sulistiyowati mengungkapkan, awalnya ibu korban, Agustin Dewi Rahayu tampak keluar rumah sambil menggendong bayinya yang menangis.

Tak lama kemudian, Dewi kembali masuk ke rumahnya sambil memberitahu suaminya bahwa dia baru saja melempar anaknya ke sungai karena tak mau berhenti menangis.

Mendengar pengakuan istrinya, kata dia, Warsimin (37) ayah sang bayi terkejut dan langsung berlari ke sungai untuk menyelamatkan bayinya.

Meski sang bayi berhasil ditemukan, nyawa bayi malang itu tidak terselamatkan.

Menurut Sukaesih, pelaku tega membuang bayinya karena kondisinya sedang depresi.

“Waktu kejadian, Warsimin sedang tertidur. Dia baru dibangunkan istrinya sendiri setelah membuang bayi,” kata Sukaesih Sulistyowati.

Sukaesih mengungkapkan, ibu bayi memang punya gangguan jiwa. Kondisi itulah yang membuatnya tega membuang bayinya. “Kami tahunya ada gangguan, kurang normal. Tadi siang dia (ibu korban) kan telanjang,” katanya. 

Hingga kini polisi masih melakukan pendalaman terhadap kasus tersebut. Selain melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan luka korban, polisi juga memeriksa kondisi kejiwaan pelaku.

Sejumlah barang bukti diamankan, di antaranya baju bayi warna putih motif gambar boneka, popok bayi warna putih motif gambar boneka, sebuah perlak warna biru, bantal kecil, baju kaos lenganpanjang warna putih motif, serta pakaian dalam.


Editor : Kastolani Marzuki