Konvoi Motor Berujung Bentrok Bentrok Perguruan Silat di Jombang, 2 Orang Luka
JOMBANG, iNews.id - Konvoi motor berujung bentrok perguruan silat di Desa Mojosongo dan Jatipelem, Kecamatan Diwek, Kabupaten Jombang, Jawa Timur. Insiden tersebut mengakibatkan dua orang mengalami luka-luka.
Polisi kini bergerak cepat mengusut kasus tersebut. Sedikitnya 30 orang yang diduga terlibat dalam aksi penganiayaan telah teridentifikasi.
Kasatreskrim Polres Jombang AKP Dimas Robin Alexander menegaskan pihaknya akan menjemput para pelaku satu per satu.
"Identitas sekitar 30 orang sudah kami pegang. Kami akan melakukan penjemputan satu per satu terhadap mereka yang terlibat," ujarnya, Senin (6/4/2026).
Dia menjelaskan, kericuhan bermula dari kegiatan silaturahmi salah satu perguruan silat di Ranting Tanjungwadung, Kecamatan Kabuh. Acara tersebut awalnya hanya diperuntukkan bagi warga lokal.
Namun, kegiatan tersebut dihadiri oleh peserta dari luar daerah. Situasi mulai berubah setelah acara selesai sekitar pukul 16.00 WIB.
Massa kemudian melakukan konvoi besar-besaran menuju arah Kota Jombang. Mereka mengibarkan atribut organisasi sepanjang perjalanan. Bentrok terjadi saat rombongan berpapasan dengan anggota perguruan silat lain di wilayah Diwek. Gesekan fisik pun tidak terhindarkan.
Dua orang menjadi korban dalam kejadian tersebut. Kedua korban berasal dari masing-masing kelompok yang terlibat bentrok dan telah melaporkan kejadian tersebut ke polisi.
Dalam proses penyelidikan, polisi telah memeriksa sejumlah orang yang diduga terlibat. Selain itu, kendaraan yang digunakan dalam konvoi juga ditindak.
"Beberapa orang telah kami mintai keterangannya. Kami lakukan penyidikan apakah perbuatan mereka ini termasuk pidana atau tidak. Selain itu seluruh kendaraan dilakukan penilangan," katanya.
Menurutnya, kasus ini tidak lagi masuk kategori tindak pidana ringan, mengingat adanya korban luka. Penanganan kini ditingkatkan ke tahap penyidikan.
AKP Dimas juga menekankan pentingnya peran pengurus organisasi dalam mengawasi anggotanya. Dia meminta seluruh pihak menahan diri demi menjaga keamanan.
"Kami mengimbau seluruh elemen perguruan silat untuk menahan diri dan bersama-sama menjaga kondusivitas wilayah agar kejadian serupa tidak terulang kembali," katanya.
Editor: Donald Karouw