Konstruksi Sehat, Diduga Jembatan Putus karena Tak Kuat Menahan Beban
SURABAYA, iNews.id – Penyebab ambruknya jembatan penghubung Babat-Widang sejauh ini masih misterius. Sampai saat ini aparat kepolisian masih melakukan penyelidikan. Namun, kuat dugaan ambruknya jembatan di atas Sungai Bengawan Solo akibat tak kuat menahan beban.
Berdasarkan informasi yang dihimpun usia jembatan sepanjang 227 meter tersebut sudah cukup tua. Untuk fondasi dasar, misalnya, sudah dibangun sejak tahun 1942. Sedangkan baja pada bentang tengah dan kerangka dibangun pada tahun 1970. Kendati demikian, Balai Besar Pelaksana Jalan Nasional (BBPJN) Wilayah VIII mengklaim, jembatan dalam kondisi sehat. Seluruh konstruksi dalam kondisi baik dan bisa dilalui.
"Makanya ini akan kami telaah bersama teknisi dan polisi. Kenapa bisa sampai putus," kata Kepala BBPJN Wilayah VIII I Ketut Dharmawahana, Selasa (17/4/2018).
Ketut mengatakan, jembatan Babat-Widang memiliki enam segmen, sedangkan posisi putus ada di segmen ketiga dengan bentang 55 meter (m), yakni pada bentang tengah. Sementara, tiang penyangga masih dalam kondisi baik. "Secara umum, konstruksi jembatan sehat. Termasuk di bentang 55 meter di segmen tiga yang putus. Makanya ini akan diselidiki. Kenapa bisa terjadi," ujarnya.
Selain melihat konstruksi jembatan, pihak BBPJN juga akan mencari tahu tonase ketiga truk yang melintas di atas jembatan sebelum putus. "Pada prinsipnya aman-aman saja. Truk boleh melintas tetapi kami juga akan lihat batas maksimal tonase truk tersebut," katanya.
Ketut mengatakan, saat ini pihaknya bersama tim teknis dan kepolisian terus melakukan investigasi atas kejadian tersebut. Selain untuk mencari tahu penyebab putusnya jembatan, investigasi juga diperlukan sebagai pijakan untuk mengambil langkah perbaikan. "Sekarang saya masih di Jakarta. Sedang perjalanan ke TKP. Nanti akan kami lihat dulu," ucapnya.
Diketahui, sekitar pukul 11.05 WIB jembatan penghubung Kabupaten Lamongan dan Tuban di sisi barat putus. Musibah tersbeut lantas menewaskan dua pengemudi truk yang terjebak di dalam kabin yang tercebur ke dasar sungai. Sedikitnya ada tiga truk di antaranya truk dump yang mengangkut limbah smelter, dua truk fuso yang mengangkut pasir dan satu sepeda motor yang melintas saat insiden maut tersebut terjadi. Seluruh kendaraan pun jatuh ke dalam sungai.
Editor: Achmad Syukron Fadillah