get app
inews
Aa Text
Read Next : Gempa Bumi Guncang Pacitan Jatim, Cek Magnitudonya!

Klaim BPJS Terhambat, Obat-Obatan di RSUD Probolinggo Langka

Kamis, 04 Januari 2018 - 13:39:00 WIB
Klaim BPJS Terhambat, Obat-Obatan di RSUD Probolinggo Langka
Antrean pasien yang menunggu obat di depan apotek RSUD Dr Mohamad Saleh, Probolinggo, Kamis (4/1/2018). (Foto: iNews/Hana Purwadi)

PROBOLINGGO, iNews.id - Puluhan pasien di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dr Mohamad Saleh Kota Probolinggo kecewa dan resah. Pasalnya, stok obat-obatan di RSUD tersebut sedang langka. Beberapa jenis obat-obatan bahkan tidak tersedia di apotek rumah sakit. Akibatnya, banyak dari keluarga pasien terpaksa harus membeli obat di luar area rumah sakit, Kamis (4/1/2018).

Ruang poli dan apotek di RSUD Dr Mohamad Saleh, di Jalan Panjaitan, Kecamatan Mayangan Kota Probolinggo, Jawa timur, penuh sesak oleh keluarga pasien. Mereka bermaksud untuk menebus obat yang diresepkan dokter. Namun apa mau dikata, mereka malah harus kembali dengan tangan hampa. Pasalnya, sejumlah jenis obat di apotek rumah sakit tersebut stoknya sangat terbatas.

Walhasil, para keluarga pasien ini pun digelayuti perasaan resah dan kecewa. Mereka khawatir tak kebagian obat. Kondisi ini kemudian memaksa keluarga pasien yang membutuhkan obat terpaksa harus membeli di apotek di luar area rumah sakit. Padahal mereka rata-rata menggunakan kartu BPJS.

Tak hanya obat paten yang tergolong mahal, obat generik jenis parasetamol dan sejumlah vitamin tidak tersedia di apotek ini. Dari penelurusan wartawan iNews di lapangan, kelangkaan obat ini dirasakan keluarga pasien RSUD Dr Mohamad Saleh, sejak tiga bulan terakhir.

Yuni, salah seorang keluarga pasien di rumah sakit tersebut mengatakan, oleh pihak rumah sakit, dia disarankan untuk membeli obat di apotek yang berada di luar area rumah sakit. “Tadi saya mau beli parasetamol dan vitamin tapi tidak dapat. Alasannya stoknya habis, dan saya diminta beli di luar. Ya jelas kecewa, tapi apa mau dikata namanya kita butuh,” ucapnya.

Pihak rumah sakit, menyanggah adanya kelangkaan stok obat ini. Kendati demikian, mereka mengakui ada beberapa jenis obat yang memang tidak ada stoknya beberapa waktu belakangan ini.

Plt Wakil Direktur RSUD Dr Mohamad Saleh, Retno Febrihariati mengatakan, permasalahan ini karena rumah sakit, terhitung sejak Oktober sampai Desember 2017, harus mengeluarkan dana sekitar Rp6 miliar untuk memenuhi biaya operasional dan pelayanan rumah sakit. Pasalnya pihak rumah sakit harus menunggu pencairan klaim dari BPJS.

“Jadi saya jelaskan, sejak Oktober hingga Desember memang ada defisit anggaran rumah sakit karena klaim BPJS belum terbayarkan. Setiap bulannya tunggakan BPJS mencapai Rp 6-7 miliar. Jadi dalam tiga bulan berarti sekitar Rp20 miliar. Belum lagi biaya obat yang juga belum dibayarkan sejak Juli 2017 yang mencapai Rp900 juta,” ucap Retno.

Dengan kondisi defisit tersebut, lanjut Retno, masih terus berupaya memberikan layanan terbaik bagi pasien. Namun dengan berbagai keterbatasan. “Kendati dengan keterbatasan tadi, kami tetap menerima pasien dan memang tidak boleh menolak pasien. Padalah biaya operasional rumah sakit juga terhitung besar. Mulai dari listrik, telepon, hingga obat,” tutur Retno.

Untuk menutupi biaya operasional tersebut, pihak rumah sakit menggunakan dana dari pasien umum. Retno berharap klaim BPJS bisa segera terbayarkan dalam waktu dekat. “Bila ini sudah terbayarkan dipastikan keresahan pasien seperti sekarang tidak akan terjadi lagi di rumah sakit ini,” ucapnya.

Editor: Himas Puspito Putra

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya

iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut