Kisah Asmara Penyair Chairil Anwar dengan Gadis Asal Jatim, Kandas gegara Pekerjaan
Di rumah Mirat yang berada di Kebon Sirih Jakarta, Chairil kerap bertandang. Mirat yang selalu ingin mendalami karya Chairil Anwar, tidak pernah alpa membincang karya-karya sang kekasih.
Saat Mirat pulang kampung ke Paron, Jawa Timur, Chairil Anwar menyusul, dan sempat tinggal beberapa hari. Di suatu malam, saat seluruh keluarga besar Mirat berkumpul, ayah Mirat menanyai Chairil.
“Masih akan berapa lama lagi kau di sini Nak?”
“Saya masih senang di sini”
“Apa kau tidak bersekolah lagi?”
“Ada sekolah apa rupanya di jaman edan seperti sekarang ini?”
“Atau bekerja, barangkali?”
“Bekerja? Ya, tiap hari, tiap detik saya bekerja”
“Di mana?”
“Di mana-mana!”
“Yang tetap?”
Ditanya soal pekerjaan tetap, Chairil Anwar diam sejenak. Lalu dia menjawab bahwa gambaran kerja yang rutin masuk di pagi hari dan pulang siang hari, baginya pekerjaan yang tidak perlu dia lakukan.
“Ah, kerja yang itu tak usahlah!,” kata Chairil
“Kenapa tak usahlah? Semua orang bekerja semacam itu!”.
Editor: Ihya Ulumuddin