Khutbah Jumat NU Terbaru tentang Memaknai Rebo Wekasan di Bulan Safar

Kastolani · Kamis, 01 September 2022 - 21:39:00 WIB
Khutbah Jumat NU Terbaru tentang Memaknai Rebo Wekasan di Bulan Safar
Khutbah Jumat NU terbaru tentang memaknai Rebo Wekasan di Bulan Safar yang perlu dijadikan momentum untuk muhasabah diri. (Foto: Freepik)

Hadirin Jamaah Jumat yang dirahmati Allah

Segala puji bagi Allah Swt yang telah mentakdirkan kita sebagai umat terbaik di antara umat-umat yang lain. Sebagai seorang muslim yang baik seharusnya kita tak sewenang-wenang saat Allah Swt memberi kejayaan, karena Allah Swt mampu memutar balik segala keadaan.

Kita harus tetap tekun beribadah dalam keadaan apa pun, jangan sampai harta dunia melemahkan kualitas ibadah yang kita lakukan, Allah Swt berfirman:

وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْاِنْسَ اِلَّا لِيَعْبُدُوْنِ ٥٦

Artinya: Tidaklah kami menciptakan jin dan manusia kecuali hanya semata-mata untuk beribadah. (QS. AdzDzariyat: 56)

Kita semestinya menilai dan berpikir harta dunia sifatnya adalah pendukung semata untuk taat beribadah.

Hadirin Jama’ah Jum’at yang dirahmati Allah

Ketahuilah, Safar merupakan bulan yang cukup bersejarah. Bulan di mana Allah Swt menurunkan 300.000 musibah yang terjadi pada satu tahun. Al-Syaikh Imam al-Dairabi berkata:

Sebagian ulama Arifin dari Ahli Kasyf menuturkan bahwa pada setiap tahunnya diturunkan 300.000 bala’ (cobaan). Yaitu terjadi pada hari Rabu terakhir dari bulan Safar. 

Pada waktu itu merupakan hari terberat dari sekian banyak di hari selama satu tahun. Keterangan tersebut sesungguhnya mengingatkan kepada kita agar semakin mendekatkan diri, ber-taqarrub kepada Allah Swt. 

Menyadari kesalahan yang telah diperbuat, sudah berapa banyak kewajiban yang kita tinggalkan? Sudah seberapa sering kita terlena akan sebuah kemaksiatan? Sudah seberapa banyak saudara-saudara kita yang kesusahan karena ketidakpedulian kita?

Hadirin Jama’ah Jum’at yang dirahmati Allah

Bermuhasabah sesungguhnya tidak memiliki waktu tertentu. Tidak harus dilakukan pada bulan Safar atau Rabu terakhir di dalamnya. Sesungguhnya tidak ada istilah “hari sial” dalam pandangan syari’at. Semua hari adalah sama. 

Kita tidak boleh berperasangka buruk (tasya’um) pada hari tertentu. Kaum Jahiliyyah dahulu memiliki mitos bahwa bulan Shafar adalah hari buruk dan sial. 

Kemudian Rasulullah Saw meluruskan mitos tersebut. Nabi SAW bersabda:

Tidak ada penyakit menular. Tidak ada kepercayaan datangnya sial dari bulan Shafar. Tidak ada kepercayaan bahwa orang mati, rohnya menjadi burung yang terbang. (HR. al-Bukhari dan Muslim).

Dari keterangan Hadits tersebut mengingatkan kepada kita jangan sampai meyakini bahwa Rabu Wekasan adalah hari buruk. Kita dianjurkan bermuhasabah dengan datangnya 300 ribu cobaan sebagaimana keterangan dari sebagian Ahli Kasyf di atas.

Namun tetap harus berperasangka baik kepada Allah Swt akan hari tersebut. Tidak meyakininya sebagai hari buruk.

Editor : Kastolani Marzuki

Halaman : 1 2 3

Follow Berita iNewsJatim di Google News

Bagikan Artikel: