Ketua PCNU Pamekasan Disebut Antek PKI, Massa NU Marah Minta Polisi Bertindak

Dedy Priyanto ยท Minggu, 04 Oktober 2020 - 19:30:00 WIB
Ketua PCNU Pamekasan Disebut Antek PKI, Massa NU Marah Minta Polisi Bertindak
Massa NU menggelar aksi demo dan berorasi di depan Mapolres Pamekasan, Minggu (4/10/2020).(iNews.id/Dedi Priyanto)

PAMEKASAN, iNews.id – Massa Nahdlatul Ulama (NU) mendatangi Polres Pamekasan, Minggu (4/10/2020). Mereka mendesak aparat kepolisian untuk mengusut tuntas kasus dugaan pelecehan terhadap Ketua PCNU Pamekasan KH Taufik Hasyim.

Informasi yang dihimpun, akun Facebook Muhammad Izzul menyebut Kiai Taufik sebagai antek Partai Komunis Indonesia (PKI). Status tersebut ditulis, lengkap dengan foto Kiai Taufik bersama pengurus dan tokoh NU lainnya.

“Kami atas nama warga NU tidak terima ulama kami dihina dan difitnah seperti ini. Karena itu, kami meminta polisi segera menangkap pelaku. Kalau tidak, kami akan melawan,” teriak salah seorang peserta aksi saat berorasi.

Desakan tersebut disampaikan karena sampai saat ini belum ada respons dari aparat kepolisian. Padahal, kasus dugaan pelecehan tersebut sudah dilaporkan pada Kamis (1/10/2020) lalu.

“Polres ini punya perangkat cukup lengkap, ada anggarannya dan dibiayai negara. Maka, kalau pelaku tidak juga ditangkap, kami akan bergerak. Jangan ragukan kebesaran NU di Pameksan,” katanya.

Koordinator aksi Miftahul Anam mengatakan, pihaknya datang untuk menagih laporan atas akun Facebook Muhammad Izzul. Sebab, hingga tiga hari ini belum ada progres apapun dari kepolisian. “Maka, saya memberi waktu tiga hari kepada Polres Sampang untuk menangkap pelaku,” ujarnya.

Kapolres Pamekasan AKBP Afif Iskandar mengatakan, pihaknya baru menerima laporan tersebut 36 jam lalu. Pihaknya juga masih melakukan pendalaman. “Karena itu kami butuh dukungan agar kasus ini bisa segera terungkap,” katanya.

Terkait desakan massa NU agar pelaku segara ditangkap, Afif juga menyanggupi. Atas janji itulah, massa NU akhirnya membubarkan diri.


Editor : Ihya Ulumuddin