Kepergok Rekam Tetangga Mandi, Laki-Laki Bertato di Situbondo Nyaris Dihajar Warga
SITUBONDO, iNews.id – Seorang laki-laki penuh tato di Situbondo, Jawa Timur (Jatim) nyaris dihakimi warga lantaran bertamu ke tetangga dan merekam penghuni rumah yang tengah mandi. Beruntung, polisi tiba dan mengamankan pelaku dari luapan emosi massa.
Zakaria warga asal Surabaya ini nyaris menjadi bulan-bulanan warga Sumberwaru, Banyuputih, Situbondo. Dari tangan pelaku, polisi menyita satu buah handphone dan video berdurasi 18 detik berisikan korban tengah telanjang mandi.
Kejadian ini bermula saat pelaku bertamu ke rumah Saiful, warga Sumberwaru. Dia merupakan teman dari anak Saiful dan sudah kerap kali bertamu.
Saat kondisi rumah sepi, pelaku tiba-tiba mendatangi kamar mandi saat istri Saiful, SA sedang mandi. Pelaku pun mengintip dan merekam ibu temannya ini dengan handphone melalui ventilasi pintu kamar mandi.
Aksinya pun dipergoki Saiful yang juga suami korban hingga nyaris terlibat perkelahian karena pelaku tidak mau mengakui perbuatannya. Keributan ini memancing perhatian warga yang selanjutnya beramai-ramai mendatangi lokasi.
Mengetahui apa yang dilakukan pelaku, warga juga terpancing emosi. Beruntung, polisi yang menerima laporan segera menuju lokasi dan mengamankan pelaku dari amarag warga dan suami korban.
Pelaku akhirnya digelandang ke Satreskrim Polres Situbondo. Dari pemeriksaan awal, polisi memastikan pelaku memiliki modus untuk membuat konten bugil yang bisa dijualnya.
“Pelaku sengaja merekam korban saat mandi, kemungkinan dengan tujuan memerasm,” kata Kasat Reskrim Polres Situbondo, AKP Agus Widodo.
Selain ponsel dan video durasi 18 detik, polisi juga mengamankan mobil pelaku. Dari dalam mobil, ditemukan sejumlah alat elektronik yang diduga digunakan untuk membuat konten-konten pornografi.
Hingga kini pelaku masih dalam pemeriksaan Satreskrim Polres Situbondo untuk mempertanggungjawabkan perbuatanya. Polisi masih mengembangkan kasus ini untuk memastikan keterlibatan pelaku dalam jaringan pembuat konten pornografi.
Editor: Umaya Khusniah