Kenangan Gubernur Khofifah terhadap Ibunda Joko Widodo: Pernah Diminta Almarhumah Pimpin Doa

Ihya Ulumuddin ยท Kamis, 26 Maret 2020 - 13:27 WIB
Kenangan Gubernur Khofifah terhadap Ibunda Joko Widodo: Pernah Diminta Almarhumah Pimpin Doa
Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa takziyah ke rumah duka Ibunda Presiden Jokowi di Solo, Jateng. (Foto: Istimewa)

SOLO, iNews.idGubernur Jawa Timur (Jatim) Khofifah Indar Parawansa melayat ke rumah duka Ibunda Presiden Joko Widodo, Sudjiatmi Notomiharjo, di Jalan Pleret Raya, Kelurahan Sumber, Banjarsari, Solo, Kamis (26/3/2020). Khofifah menempuh perjalanan darat dari Surabaya dan tiba di rumah duka  sekitar pukul 08.15 WIB.

"Ini bentuk penghormatan terakhir saya, mewakili Pemerintah Provinsi (Pemprov) dan seluruh masyarakat Jatim kepada beliau. Mari kita doakan semoga beliau husnul khotimah diterima seluruh amal ibadahnya  dan diampuni segala dosa serta khilaf semasa hidup," kata Khofifah saat ditemui seusai takziah.

Khofifah mengatakan dirinya punya kenangan tersendiri dengan Ibunda Presiden Joko Widodo tersebut. Menurutnya, Almarhumah Ibu Hj Sudjiatmi  yang lebih dekat dipanggil Eyang Noto adalah sosok perempuan yang hatinya di masjid,  sangat low profile dan egaliter. Pembawaan diri tersebut jauh sebelum Pak Joko Widodo menjadi Presiden Indonesia. Sikap tersebut pun tidak berubah setelah putranya menjadi presiden.

Dia menceritakan, suatu hari pernah sowan atau berkunjung ke rumah beliau namun Eyang Noto masih di masjid. Ketika beliau sampai, justru malah meminta Khofifah untuk berdoa.

"Tolong Mbak Khofifah yang berdoa.  Saat itu saya menolak dengan halus. Tetapi, beliau dawuh atau meminta lagi supaya saya yang berdo'a karena saya ketua Umum Muslimat NU," katanya.

Khofifah akhirnya mimpin do'a.  Menurutnya, ada sifat yang low profile dari seorang Eyang Noto. Sifat tersebut juga dimiliki oleh presiden Jokowi yang terkenal sangat low profile.

"Almarhumah yang saya kenal juga sangat rajin sholat berjama'ah di masjid dan jika datang ke sebuah kota yang dicari juga masjid. Insya Allah husnul khotimah," katanya.

Selain itu, lanjut Khofifah, Sudjiatmi juga senantiasa menyempatkan hadir di sejumlah pengajian yang digelar Muslimat NU maupun Aisyiah.

"Beliau tidak membeda-bedakan, semua diayomi. Beliau sangat mumpuni sebagai  sosok panutan bagi semua kalangan masyarakat. Terutama kaum perempuan Indonesia," ujarnya.

Seusai takziah, sekitar pukul 09.00 WIB, Khofifah langsung bergegas meninggalkan rumah duka menuju Kota Surabaya untuk melanjutkan tugas menerima BPKP dan tim gugus tugas percepatan pencegahan penyebaran covod-19.


Editor : Umaya Khusniah