Kenang Guru Budi, Pengajar se-Sumenep Kenakan Pita Hitam di Lengan

Abdul Rahem ยท Sabtu, 03 Februari 2018 - 18:23 WIB
Kenang Guru Budi, Pengajar se-Sumenep Kenakan Pita Hitam di Lengan
Seorang guru membantu mengaitkan pita hitam di bagian lengan rekannya sebagai lambang solidaritas dan bela sungkawa meninggalnya guru dianiaya murid di Sampang, Madura. (Foto: iNews/Abdul Rahem)

SUMENEP, iNews.id – Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) cabang Sumenep, Jawa Timur (Jatim), mengeluarkan imbauan agar para guru mengenakan pita hitam di lengannya saat mengajar. Tanda itu sebagai bentuk bela sungkawa dan solidaritas atas meninggalnya seorang guru di Sampang, Madura, yang dianiaya oleh muridnya.

“Pengenaan pita hitam ini sesuai dengan instruksi PGRI Sumenep, sebagai lambang perkabungan dan bela sungkawa, serta keprihatinan atas terjadinya musibah yang menimpa almarhum guru Ahmad Budi Cahyono,” kata Kepala Sekolah Sma PGRI Sumenep, Endang Supendi, Jumat 2 Februari 2018.

Dia mengatakan, pemasangan pita hitam dikenakan selama berada di sekolah, baik saat mengajar di kelas, maupun saat aktivitas proses belajar mengajar lainnya. “Pendidikan bukan hanya belajar soal keilmuan saja. Namun ada nilai-nilai hikmat yang ditanamkan ke anak didik agar bermoral,” ujarnya.


Pantauan iNews, para guru di SMA PGRI Sumenep saling bergantian memasangkan pita berwarna hitam di lengannya para rekan sejawatnya. Mereka tampak prihatin atas kejadian tersebut, dan seakan masih tidak mempercayainya.

Siswa SMA PGRI Sumenep Kiki Firmansyah mengatakan, perbuatan yang dilakukan pelaku sudah melampaui batas. Apalagi menurut dia, guru itu adalah orang tua di sekolah yang wajib dihormati layaknya orang tua kandung.

“Itu tindakan criminal. Tidak sesuai dengan prikemanusiaan dan kelakuan yang sangat buruk. Guru di sekolah itu sudah seperti orang tua. Jadi sama halnya dia membunuh orang tuanya,” tutur Kiki.

Diketahui, Kasus penganiayaan yang dilakukan siswa hingga menewaskan guru seni rupa SMA Negeri 1 Torjun, Kabupaten Sampang, Jatim. Guru seni rupa SMAN 1 Torjun, Ahmad Budi Cahyono, mengembuskan napas terakhir sekitar pukul 21.40 WIB di RSUD dr Soetomo karena mengalami mati batang otak. Budi dirujuk ke RSUD dr Soetomo setelah dianiaya muridnya, MHI, siswa kelas XI SMAN 1 Torjun, pada Kamis 1 Februari 2018. Budi sempat dirawat di RS Sampang setelah muntah-muntah dan pingsan.


Editor : Donald Karouw