Kena Kanker Tulang, Siswi SMP di Mojokerto Ini Kondisinya Memprihatinkan

Ihya Ulumuddin, Sholahudin ยท Minggu, 22 September 2019 - 16:12:00 WIB
Kena Kanker Tulang, Siswi SMP di Mojokerto Ini Kondisinya Memprihatinkan
Silfi Qumairaoh (14) hanya bisa tergolek lemah di ranjang kamar tidurnya ditemani ibunya akibat mengidap kanker tulang di Mojokerto, Jatim. (Foto: iNews.id/Ihya' Ulumuddin)

SURABAYA, iNews.id – Silfi Qumairaoh (14), sudah enam bulan tidak bisa sekolah dan hanya terbaring di ranjang kamarnya. Siswi kelas 2 SMP di Mojokerto, Jawa Timur itu mengidap kanker tulang di lutut bagian kanan.

Ukurannya yang cukup besar seperti bola sepak membuatnya sulit bergerak, hingga tak bisa sekolah.

Ibunda Silfi, Faizun Laili Agustin menuturkan, anaknya menderita kangker tulang. Penyakit ini diketahui sejak enam bulan lalu. Faizun sudah membawanya ke dokter. Namun, belum ada perubahan sampai sekarang.

“Awalnya jatuh di sekolah. Sejak saat itu muncul benjolan kecil di lutut. Namun, lama-lama tambah besar, sampai kesulitan bergerak,” kata Faizun, Minggu (22/9/2019).

Faizun sudah melakukan berbagai upaya untuk menyembuhkan putri kecilnya itu. Termasuk, kemoterapi di RSUD Dr Soetomo. Namun, sampai sekarang belum ada perubahan. Bahkan, kondisinya semakin buruk. Selain benjolan bertambah besar, tubuh Silfi semakin kurus.

Faizun mengatakan, berat badan Silfi hanya 35 kg. Padahal, untuk ukuran normal anak usia 14 tahun, berat badan minimal adalah 50 kg.

“Dia (SQ) terus merintih kesakitan. Sulit bergerak. Setiap hari ya berbaring seperti ini,” kata warga Kedungmaling, Kecamatan Sooko, Kota Mojokerto ini.

Faizun mengaku sebenarnya ingin mengobati anaknya yang lebih baik lagi. Namun, karena kesulitan biaya, terpaksa Silfi hanya dirawat di rumah. “Kalau harus dirawat di rumah sakit, pasti butuh biaya besar. Sementara suami saya hanya tukang bangunan,” ucapnya.

Karena itu, Faizun dan suaminya, Muhammad Gozali hanya bisa pasrah dengan kondisi putrinya. Mereka berharap putrinya segera sembuh dan beraktivitas layaknya anak-anak lain.


Editor : Kastolani Marzuki